- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Oknum Timses Diduga Gunakan Premanisme terhadap ASN
# Pemkab OKI Santuni Korban Kebakaran di Tulung Selapan
TULUNG SELAPAN, SIMBURNEWS – Misi kemanusiaan ternoda aksi premanisme dan arogansi tim sukses (timses) pasangan calon kepala daerah. Saat aparatur sipil negara (ASN) pada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) memberikan santunan terhadap korban kebakaran di Tulung Selapan, beberapa oknum timses paslon Azhari-Qomarus Zaman diduga telah mengancam salah seorang ASN yang bertugas di Bagian Protokol Setda Pemkab OKI.
Ancaman penujahan dan rencana akan melukai ASN berinisial Sn pun menjadi heboh di kalangan Pemkab OKI. Dikatakannya, awalnya petugas yang terdiri dari ASN Pemkab OKI datang ke Tulung Selapan untuk memberi santunan kepada korban kebakaran. Tiba di lokasi, timses paslon Aqor ternyata juga sudah menyiapkan bantuan yang ditempeli stiker paslon nomor urut 3. Timses minta acara penyerahan bantuan dilakukan bersamaan.
“Untuk menjaga netralitas ASN, timses Aqor bukan kami larang. Bukan tidak boleh ngasih bantuan. Silakan saja tapi jangan saat itu, karena ruang dan waktu Pemkab. Setelah Pemkab, silakan berikan bantuannya kepada warga,” ungkap Sn, kepada wartawan, Selasa (5/6).
Tidak senang dengan imbauan Sn, beberapa timses Aqor pun menarik dan membawanya ke tempat sepi dengan cara premanisme disertai ancaman. “Kutujah gek, kupecahke palak kau,” aku Sn menirukan ucapan oknum timses sembari mengharap perlindungan hukum dari pihak berwajib.
Menyikapi itu, Plt Bupati OKI HM Rifa’i yang hadir langsung memberi ruang timses untuk menyerahkan bantuan dengan stiker paslon 3 secara bersamaan dengan bantuan Pemkab.
Menurut Plt Bupati HM Rifa’i, bantuan darurat yang disampaikan Pemkab OKI kepada korban kebakaran meliputi makanan, minuman, bantuan anak sekolah, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang mendesak. “Kami turut prihatin dan berduka cita atas musibah ini, sebagian bantuan yang dibawa untuk sedikit meringankan beban Saudar-saudara,” katanya, Selasa (6/7).
Plt Bupati pun sempat berkeliling melihat lokasi kebakaran dan menyapa warga yang terkena musibah. Pihak kepolisian juga masih bekerja untuk menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. “Polisi sedang investigasi,” katanya.
Ia pun mengimbau, bagi masyarakat yang ingin membantu korban kebakaran saat ini yang dibutuhkan warga adalah kebutuhan dasar. “Bagi warga yang ingin bantu saat ini kebutuhan yang paling mendasar adalah anak-anak yaitu seragam, alat tulis, buku dan lainnya. Lalu popok, makanan bayi, vitamin, pakaian dalam dan pakaian pada umumnya,” katanya.
Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, SSos MM menyatakan, dari data yang dihimpun ada sekitar 7 rumah dan 1 musala yang rusak yang didiami oleh 13 KK dan 36 jiwa. “Untuk merespons musibah ini, BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, menggerakkan personel Tagana, mendirikan poskoh dan sejumlah langkah lain,” terangnya.
Sementara, Camat Tulung Selapan Jamil SSos menjelaskan pihak desa dan kecamatan juga sudah sediakan tenda-tenda posko bantuan yang disebar ditempat-tempat umum seperti terminal dan pasar. “Sampai saat dana yang terkumpul sekitar Rp51 juta dari bantuan berbagai pihak, akan disalurkan kepada korban,” katanya. (yrl)



