- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Disapu Hujan, Pagar Gedung Juang Berantakan
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Diduga tidak kuat menahan aliran air yang berada di bagian atas, tembok beton Gedung Juang Kayuagung ambruk. Hal ini terjadi saat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kota Kayuagung, Kamis (27/4) sore.
Dikatakan salah seorang warga yang tinggal disekitar lokasi pagar roboh, Nuwar bahwa, pada sore itu memang hujan sangat deras. “Memang kemarin hujannya sangat deras dan disertai gledek. Sekitar pukul 16:30, terdengar suara keras dari robohnya tembok ini,” katanya saat dibincangi wartawan Simbur sambil membersihkan puing tembok, Jumat (27/4) pagi.
Beruntung, pagar beton yang roboh tersebut tidak memakan korban. “Korban tidak ada, hanya ada beberapa tanaman yang tertimpa reruntuhan,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, pagar yang tersisa hanya pada bagian sisi kiri dan kanan saja, sedangkan pada bagian tengah dengan panjang sekitar 50 meter ambruk. “Memang pagarnya sudah lama, selain itu tidak ada penopang dari pagar tersebut. Pasca kejadian dari warga sini sudah ada yang melaporkannya kepada pihak pemerintah untuk diambil tindakan terhadap sisa pagar yang masih ada tersebut,” terangnya.
Ditambahkan warga lainnya, Hend bahwa, kondisi bagian pagar yang tersisa juga cukup mengkhawatirkan karena pada beberapa bagian sudah mengalami keretakan. “Mau diapakan, apakah mau di runtuhkan atau bagaimana. Karena kalau seperti ini akan berbahaya, jangan sampai nanti memakan korban,” ungakapnya seraya menunjukkan bagian pagar yang retak.
Saat kejadian menurut warga yang saat itu berada disekitar Gedung Juang air pada bagian atas sangat tinggi. “Katanya airnya hampir sebatas lutut orang dewasa. Oleh karena itu saat ambruk airnya langsung terjun ke sini (bawah atau bagian rumah warga), untuk sementara kami melakukan pembersihan puing reruntuhan pagar,” ujarnya. (yrl)



