Perang Melawan Asap, Butuh Tambahan Motor dan Tongkang

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Meski puncak kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang, berbagai persiapan terus dilakukan sejak dini. Mulai dari sumber daya manusia (SDM) sebagai personel, hingga peralatan yang akan digunakan untuk memadamkan api terus dilakukan oleh setiap pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk antisipasi terjadinya kebakaran hutan, perkebunan dan lahan (karhutbunla) yang dapat mengakibatkan bencana asap seperti beberapa tahun lalu. “Apalagi Agustus ini akan dilaksanakan perhelatan Akbar Asian Games. Gubernur menginstruksikan Sumsel zero asap 2018,” kata Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, Rabu (25/4).

Untuk mengantisipasi hal tesebut pula, lanjut Listiadi, dibentuk tim satgas yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan OPD serta bantuan dari masyarakat peduli api. “Jadi koordinasi dilakukan untuk melihat sejauh mana persiapan untuk mengantisipasi (karhutbunla) ini,” ucapnya.

Meskipun hingga saat ini hujan masih kerap terjadi di Kabupaten OKI, pihaknya terus melakukan patroli karhutbunla termasuk mendirikan posko siaga karhutla di beberapa titik. Menurut Listiadi, tidak cukup hanya dengan patroli saja, melainkan juga harus didukung oleh sarana dan prasarana (sarpras).

“Sarpras ataupun fasilitas yang diajukan dianfaranya seperti peralatan patroli sepeda motor dan ketek tongkang kayu yang multifungsi untuk patroli di sungai OKI. Kalau selama ini peralatan tersebut memang belum ada di BPBD OKI,” terangnya.

Masih kata Listiadi, di OKI, terdapat aekitar 63 desa rawan bencana Karhutbunla. “Disinilah penanganan karhutbunla akan semakin dimaksimalkan agar tahun ini OKI dapat zero asap. Semaksimal mungkin dengan berbagai upaya dari semua pihak harus bisa dilakukan,” tegasnya.

Surat Keputusan (SK) Bupati OKI tentang penetapan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat karhutbunla juga terhitung sejak 1 Februari 2018 lalu. “Sudah ditetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutbunla yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2018, tindaklanjutnya kita bentuk satgasnya untuk melakukan upaya preventif dan koordinatif,” pungkasnya. (yrl)