Utang Sabu, Peluru Senpira Tembus Kepala Korban

# TMMD di Sungai Ceper Masih Berjalan, Aparat Kesulitan Beri Bantuan

 

SUNGAI MENANG, SIMBURNEWS – Diduga kesal lantaran rekannya tidak merespon saat ditagih utang, dua kakak beradik asal Dusun 8 Talang Rimba Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang OKI, Landi (35) dan Yen (32) tega menghabisi nyawa rekannya, Deri (37). Korban dihabisi dengan menggunakan senjata api rakitan (senpira), Selasa (10/4). Dua kakak beradik ini diduga hendak menagih utang pembelian sabu terhadap korban.

Informasi yang dihimpun, kedua pelaku mendatangi korban Selasa sore untuk menagih utang dan hal tersebut (menagih utang) sudah dilakukan pelaku berkali-kali. Merasa tidak direspon pelaku naik pitam dan menembakkan senjata api ke kepala korban di atas telinga kiri yang tembus ke bagian kanan.

Usai melakukan penembakan tersebut, pelaku langsung melarikan diri. Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Ade Haryanto SH MH melalui Kasubag Humas Polres OKI Ipda Iham Parlindungan menegaskan agar pelaku segera menyerahkan diri. “Kami sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini anggota juga sedang melakukan pemeriksaan,” katanya, Rabu (11/4) seraya menambahkan agar pelaku dapat menyerahkan diri secara sukarela.

Dirinya menambahkan, agar warga setempat dapat menahan diri. Diharapkannya pula agar warga tidak mudah terpancing serta menyerahkan agar diproses secara hukum.

Pada kesempatan yang sama, di Desa Sungai Ceper ini sedang dijalankan program yang digarap oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101. Akan tetapi, menurut Komandan Kodim 0402/OKI-OI, Lektol Inf Seprianizar SSos bahwa, lokasi kejadian berada cukup jauh dari desa sehingga hal ini cukup menyulitkan untuk memberikan bantuan saat kejadian.

“Kami sebenarnya sangat menyayangkan hal ini terjadi. Selanjutnya kami mengajak masyarakat agar menyerahkan permasalahan ini di jalur hukum,” katanya, Rabu (11/4).

Menurut Dandim, akses jalan yang tidak ada membuat Satgas TMMD tidak bisa membantu polisi dalam perkara tersebut. Jalan akses menuju ke lokasi sedang dalam tahap pembangunan. “Semoga setelah jalan yang dibangun selesai, akan memudahkan pengambilan tindakan oleh aparat jika ada kejadian serupa. Diharapkan ini tidak akan terjadi lagi,” tegasnya. (yrl)