- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ridho Yahya: Silakan Ambil Uang Batu Bara tapi Jangan Merusak Prabumulih
# Petahana Mulai Serang Kotak Kosong dan Pjs Wako
PRABUMULIH, SIMBURNEWS –
Calon wali kota petahana Prabumulih, Ridho Yahya berharap agar warga desa bisa bersatu dan bersama untuk tidak merusak Prabumulih. “Kepada warga yang kemarin sudah mengambil uang batubara, silakan diambil. Tolong jangan kota rusak kota ini. Mari bersatu dan kompak agar jangan sampai ada yang merusak desa ini,” harapnya.
Hal itu sesuai pil pahit yang pernah dirasakan pasangan calon (Paslon) tunggal pemilihan Wali Kota (Pilwako) Prabumulih lima tahun yang lalu di desa Talang Batu. Diakui Ridho, kenangan itu bukan menjadi satu hal yang perlu diungkit kembali.
“Masa lalu itu tidak usah diingat lagi, tidak ada gunanya. Apa masa lalu itu, dulu kan saya kalah di sini. Tetapi, selama menjadi Wako saya tetap membangun desa ini. Tapi kalau bisa jangan diulangi (kalah) lagi di 2018 ini,” candanya di depan warga, Jumat (23/3).
Ditambahkan, akan lebih baik jika masyarakat selalu bersatu dan kompak. Karena menurut Ridho, sekarang sudah ada gejala ada pihak yang ingin menggagalkan Pilkada. “Kalau Pilkada gagal, Prabumulih tidak punya pimpinan. Pimpinannya dari Palembang. Kalau dari Palembang, belum tentu tahu bagaimana perangainya atau sifatnya. Lebih bagus memilih yang warga sudah ketahui,” ujarnya.
Selain itu, pada kesempatan sebelumnya, Ridho juga kembali bertanya kepada warga desa, tentang apa yang bisa diberikan kolom kosong jika warga memilih itu. “Bisa tidak ditemuiĀ tabung kosong itu. Bisa tidak dia menerima warga di subuh hari. Bisa tidak dia membangun rumah. Kan tidak bisa dia lakukan itu. Jadi kenapa mau memilih kotak kosong. Pilih yang pasti dan ada gambarnya saja. Tidak usah termakan isu karena kita semua sudah pintar,” pungkasnya. (mrf)



