Bakteri Tidak Mempan Lagi dengan Antibiotik

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Ketua Laboratorium Nematologi dan Bioteknologi, DR Ir Mulawarman MSc yang juga ketua panitia seminar Internasional Microbiologi Universitas Sriwijaya (Unsri) mengharapkan ke depan pemerintah dan industri dapat lebih memaksimalkan peran akademisi dalam melakukan penelitian untuk suatu produk. Dirinya merasa, dua pihak tersebut belum memaksimalkan keberadaan dan hasil penelitian yang dilakukan.

“Kami ini penyedia teknologi, usernya pemerintahan. Dan ini sepertinya belum memaksimalkan, kadang-kadang nggak ada yang memakainya (hasil penelitian). Jadi industri itu kayaknya nggak mengoptimalkan peran kami,” kata Mulawarman, Selasa (14/11).

Dirinya melanjutkan, melalui forum seperti seminar internasional ini diharapkan akan lebih cepat dalam mendapatkan hasil-hasil penelitian. “Karena pada seminar ini adalah gabugan dari banyak kepakaran, ada ahli bakteriologi, jamur, ada parasit, jadi bergabung dari berbagai ahli. Dan juga, dari berbagai lembaga peneliti termasuk dari luar negeri, dari Jerman, Jepang yang mereka itu semua ahlinya,” ungkapnya.

Pada seminar yang bertemakan ‘Optimising Microbiology Utilization for Human Walfare’ ini, lanjut Mulawarman, para pakar ini nanti akan memaparkan hasil ppenelitiannya sehingga bisa berbagi dengan para peneliti lainnya. “Jadi selama dua hari (14-15 November) para pakar ini akan berbagi. Mereka akan berbagi, dengan data yang mereka miliki, data yang lebih update tentang microba ini. Kami ingin maksimalkan ini, pertama kami ingin meminimalkan dampak negatif dari microbia ini seperti dampak penyakit, dan kedua harus dipelajari bakteri itu. Seorang peneliti dari belanda itu hasil penelitiannya melihat bahwa beberapa bakteri itu sudah nggak mempan lagi dengan antibiotic. Ini yang akan dilaporkannya disini dan akan dipelajari,” paparnya.

Dirinya juga mengharapkan hasil dari seminar ini akan dapat dimanfaatkan dan lebih dioptimalkan. “Dikembangkan lagi seperti untuk pangan, produk-produk konvensional seperti fermentasi, dan juga untuk penyubur tanaman. Jenuh juga pakai kimia terus, bahaya, jadi kami di sini mengundang para pakar untuk berbagi,” jelasnya. (yrl)