Sopir Angkot Gebuki Polisi, Driver Online Kira Temannya

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Hanya karena salah paham, akhirnya dua orang sopir angkot jurusan Tangga Buntung-Ampera yang biasa mangkal di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) akhirnya harus berurusan dengan Polresta Palembang. Diduga akibat mobil angkot diserempet, akhirnya Briptu Robertus Roy Romadhona (30), anggota Satuan Sabhara
Polres OKU Selatan dianiaya.

Kedua sopir angkot tersebut, kini masih dalam pengejaran untuk
dilakukan tindakan penanganan atas penganiayaan tersebut. “Saat ini, dua mobil angkot sudah diamankan dan pelaku masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat dikonfirmasi Simbur, Jumat (22/9).

Beredarnya video penganiayaan tersebut sempat mengundang emosi para sopir taksi online yang awalnya mengira jika yang dianiaya adalah sejawatnya. Terkait hal itu, Kapolres menegaskan jika korban yang dianiaya bukanlah sopir online melainkan anggota Polres OKU Selatan. “Bukan sopir online yang dipukul. Korban adalah anggota Polres OKU Selatan dan saat ini diduga motif penganiayaan karena selisih paham saat parkir di depan lapangan Monpera,” jelasnya.

Penganiayaan, Kamis (21/9) terjadi penganiayaan sekitar
pukul 11.00 WIB. Briptu Robertus berselisih paham dengan dua sopir angkot akibat mobilnya menyenggol angkot jurusan Tangga Buntung-Ampera. Tidak terima hal tersebut, sopir angkot kemudian turun dan menggedor kaca mobil yang ditumpangi korban. Korban pun turun
hendak menjelaskan keadaan namun tanpa basa-basi sopir angkot tersebut langsung memukuli korban.

Korban tak tinggal diam dan membela diri dengan cara memukul balik pelaku. Kewalahan, pelaku kemudian memanggil rekan sesama sopir angkot yang diduga merupakan angkot jurusan Pakjo-Ampera, yang kebetulan ada di sekitar lokasi kejadian.

Sopir angkot yang datang belakangan tersebut, membawa batang besi panjang dan memukulkannya ke korban. Korban terus melawan namun
kewalahan melawan dua orang hingga terjatuh penuh luka. Melihat korban telah terjatuh, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil angkot masing-masing. (mrf)