- Satu Korban Tewas dan Satu Warga dalam Pencarian akibat Banjir Bandang di Solok
- Tinjau Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
- SMSI Sumsel Lantik Pengurus Delapan Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029
- Diguyur Banpres, OKI dan Muba Respons Penanganan Karhutla
- Pangdam II/Sriwijaya Lepas 4.000 Pelari Fun Run 5K dan Hadiri Pasar Murah
Satu Korban Tewas dan Satu Warga dalam Pencarian akibat Banjir Bandang di Solok
JAKARTA, SIMBUR – Banjir bandang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D mengatakan, berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (22/9) pukul 18.45 WIB, satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. “Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan,” ungkapnya.
Sebanyak 9 kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut. Pengungsian sementara berada di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak.
Selain itu, satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka mengalami putus. Kerusakan lahan pertanian masih dalam pendataan. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor juga dilaporkan terdampak.
Penanganan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat dan unsur terkait. “Tim gabungan melakukan evakuasi, pencarian korban, pendataan dampak, serta pembersihan material lumpur yang menutupi badan jalan,” jelasnya.
Pada Selasa (22/9) pagi, tim SAR gabungan melakukan susur sungai untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian. Hingga pembaruan terakhir, satu warga masih dalam pencarian.
Dalam mendukung penanganan di lapangan, UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa dukungan logistik berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, dan 20 dus air mineral.
BPBD Kabupaten Solok masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.(red)



