Kepala Daerah Lebih dari Ibu Rumah Tangga dalam Mengelola Keuangan Wilayah

BANYUASIN, SIMBUR – Pengajian Ramadan 1447 Hijriah digelar bersama Bupati Banyuasin Askolani dan jajaran Forkopimda. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Minggu (1/3).

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru hadir pada acara itu. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Gubernur Herman Deru mengatakan Safari Ramadan memiliki nilai tambah yang tidak didapatkan saat berbuka puasa di rumah. “Safari Ramadan ini memiliki nilai tambahan, yaitu silaturahmi yang tidak didapat seperti berbuka puasa di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat lain dari kegiatan tersebut adalah para kepala daerah dapat mengetahui langsung persoalan masyarakat, terlebih di Banyuasin yang memiliki masyarakat heterogen dengan beragam adat dan budaya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mengelola pembangunan. Herman Deru mengibaratkan kepala daerah lebih dari seorang ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan wilayah. “Kepala daerah itu lebih dari ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dengan Pemprov,” katanya.

Selain itu, Herman Deru memberikan apresiasi atas capaian Banyuasin di bidang pertanian. Ia menilai meraih predikat produktivitas pangan tertinggi se-Indonesia bukan perkara mudah, apalagi mempertahankannya. “Meraihnya sulit dan mempertahankannya juga lebih sulit. Predikat ini tidak boleh bergeser, terutama perhatian kepada petani yang ada di Sumsel,” tegasnya.

Selain pertanian, Gubernur juga menyoroti persoalan infrastruktur yang menjadi tantangan di daerah. Ia menyebut salah satu pemicu utama kerusakan jalan adalah kendaraan over dimension dan over load (ODOL). “Infrastruktur juga menjadi persoalan. Pemicunya satu, yaitu ODOL, sehingga kita yang di daerah kesulitan,” jelasnya.

Akibat maraknya kendaraan ODOL, lanjutnya, anggaran lebih banyak digunakan untuk memelihara jalan yang rusak dibandingkan membangun infrastruktur baru. “Akibat ODOL ini, kami hanya memelihara yang rusak, sehingga sulit membangun yang baru,” katanya.

Di akhir sambutannya, Herman Deru menegaskan bupati merupakan tempat masyarakat mengadu, sehingga sudah menjadi tugas bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.

Ia pun menyampaikan terima kasih atas terjalinnya silaturahmi dalam Safari Ramadhan tersebut, seraya berharap kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga demi kemajuan Sumatera Selatan.

Bupati Banyuasin Askolani dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel yang telah menyempatkan hadir bersilaturahmi ke Kabupaten Banyuasin. Ia bersyukur Banyuasin tetap dalam kondisi kondusif meskipun masyarakatnya majemuk. “Walaupun masyarakat majemuk, tetapi tetap guyub. Kami tetap bersatu bersama-sama,” ujarnya.

Askolani menyampaikan sektor pertanian di Banyuasin menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan. Bahkan, daerah yang dipimpinnya berhasil meraih predikat produktivitas pangan tertinggi secara nasional. Meski demikian, ia mengakui sebagai kabupaten terluas dengan jumlah penduduk terbesar, Banyuasin menghadapi sejumlah persoalan, terutama di bidang infrastruktur.

“Persoalan Banyuasin tidak hanya pada infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga air bersih PDAM, termasuk jalan negara. Kami sudah sampaikan kepada masyarakat, keterbatasan ini membuat kami banyak meminta bantuan kepada Bapak Gubernur Herman Deru,” katanya.

Ia menambahkan, kemacetan juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Untuk mengurai persoalan tersebut, Pemkab Banyuasin mengapresiasi solusi pembangunan jalan tol dari Keramasan hingga Suak Tape.

Askolani pun menyampaikan apresiasi atas dukungan pembangunan yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Sumsel. “Kami berterima kasih kepada Gubernur Herman Deru. Terutama pada 2025, banyak jembatan dan jalan yang sudah dibantu oleh beliau,” ungkapnya.

Perkuat Sinergi dan Silaturahmi

Sementara itu, Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., juga menghadiri kegiatan tersebut. Hal ini, bentuk komitmen nyata Kodam II/Sriwijaya dalam menjaga tali silaturahmi serta memperkuat Kemanunggalan TNI dengan rakyat dan pemerintah daerah di wilayah._

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru bersama Bupati Banyuasin, H. Askolani, serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini menunjukkan soliditas lintas sektor yang kuat dalam menjaga stabilitas wilayah serta menyelaraskan langkah demi pembangunan daerah yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan berbagi. Acara kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Kgs.H.M. Husni Thamrin Yusuf, S.Ag., M.Si., sebelum akhirnya ditutup dengan buka puasa bersama dan Shalat Magrib berjamaah.

Melalui momentum ini, unsur pimpinan dapat melihat langsung kondisi nyata di lapangan serta mendengarkan aspirasi masyarakat melalui dialog ringan. Dengan semangat integrasi tersebut, kegiatan ini menjadi wadah untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga religius dan harmonis.(red/srt)