- Bertambah Jadi 53 Korban Tewas, 137 Orang Terluka, dan 5.488 Warga Dievakuasi akibat Gempa NTT
- Renungan Suci, Kenang Jasa Pahlawan
- Panjat Pinang hingga Jalan Santai Warnai Hari Kemerdekaan
- Instruksi Keluarkan Darurat Gempa NTT agar Anggaran dan Bantuan Dapat Disalurkan
- Terdata 47 Warga Tewas akibat Gempa NTT
Operasi Pasar Murah Sumsel Digelar selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah
PALEMBANG, SIMBUR – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memastikan pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Upaya Pengendalian Harga yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., di Palembang, Selasa (24/2).
Rapat dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta instansi teknis lainnya. Pertemuan ini bertujuan memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri.
Dalam arahannya, Sekda Sumsel menekankan pentingnya komunikasi publik atas setiap program pengendalian harga yang dilaksanakan pemerintah daerah. “Setiap OPD harus mempublikasikan kegiatan monitoring pasar dan jadwal Operasi Pasar Murah secara luas agar masyarakat mengetahui serta dapat memanfaatkan program tersebut,” ujar Edward Candra.
Ia menegaskan, meskipun inflasi Sumsel dalam kondisi relatif terkendali, pengawasan tetap harus diperketat. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan distributor, termasuk pengawasan distribusi elpiji guna mencegah kelangkaan dan praktik penimbunan.
Monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel bersama Satgas Pangan di sejumlah pasar dan distributor, baik di Kota Palembang maupun kabupaten/kota lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar selama Ramadan.
Sekda juga meminta agar cakupan lokasi kegiatan tahun ini diperluas, khususnya menjangkau masyarakat yang belum tersentuh program pada tahun sebelumnya.
Dengan sinergi antar-OPD serta pengawasan yang terjadwal dan berkelanjutan, Pemprov Sumsel optimistis stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.(red/srt)



