- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Penyebab Karhutla di Ogan Ilir dalam Penyelidikan Aparat Penegak Hukum
# BPBD Ogan Ilir, Manggala Agni, dan Tim Gabungan TNI/Polri Tanggap Padamkan Titik Api
JAKARTA, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya dan Desa Seribanding di Kecamatan Pemulutan Barat. Keduanya berada di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Karhutla terjadi pada Minggu (13/7).
“Total lahan yang dilalap si jago merah seluas 1 hektare dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh aparat penegak hukum,” ungkap Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (15/7).
Muhari menambahkan, Satgas Karhutla gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Ogan Ilir pada Senin (14/7) hanya berhasil memadamkan lahan yang terbakar seluas 0.4 hektare. “BPBD Kabupaten Ogan Ilir bersama tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman guna mengantisipasi meluasnya titik api,” terangnya.
Setelah berapa kali coba dikonfirmasi, BPBD Sumsel terkesan masih bungkam atas karhutla yang terjadi di wilayah provinsi tersebut selama satu semester (Januari-Juni 2025). Meski demikian, BPBD Ogan Ilir dinilai sangat aktif melakukan mitigasi dan pemadaman di sejumlah titik api.



