Banjir Rendam Maluku Utara, Tiga Warga Tewas saat Menyeberang Sungai

JAKARTA, SIMBUR – Tiga warga tewas saat banjir di Kabupaten Morotai Provinsi Maluku Utara, Jumat (25/4) sore. Banjir terjadi pascahujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tingginya intensitas hujan membuat debit air sungai yang ada di Desa Libano Kecamatan Morotai Jaya meluap.

“Mengakibatkan tiga orang warga yang sedang menyeberang sungai hanyut terbawa arus yang deras,” ungkap Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari ketiga warga itu, lanjut Muhari, telah berhasil ditemukan dua orang. Dengan rincian satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia. “Sementara itu satu orang lainnya belum dapat ditemukan. Sampai saat ini BPBD bersama tim gabungan setempat masih terus berupaya melakukan pencarian satu orang warga tersebut,” ujarnya.

Masih di Provinsi Maluku Utara, peristiwa banjir juga melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Banjir terjadi sejak Kamis (24/4). Banjir ini menyebabkan masyarakat mengungsi ke tempat lebih aman, merujuk data yang diterima, terdapat 776 warga di Kecamatan Ibu mengungsi dan 76 kepala keluarga di Kecamatan Ibu Selatan juga mengungsi. “BPBD setempat bersama aparat yang berwenang masih melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi terdampak,” jelasnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca pada hari ini dan besok, wilayah Provinsi Maluku utara masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga sangat lebat dan disertai angin kencang. Mengingat potensi hujan masih terjadi di wilayah – wilayah tersebut, BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan bersiaga jika banjir susulan terjadi.

Diharapkan bagi warga yang masih bertahan di rumah, apabila kondisi banjir tidak kunjung surut, agar segera mengungsi ke tempat lebih aman. “Bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau debit air dan segera mengevakuasi warga jika diperlukan,” tutupnya.(red)