- Prajurit Kodam II/Sriwijaya dan Atlet Binaan Jasdam Borong Medali pada Kejurnas IPSI Sumsel Cup III
- Kejati Sumsel Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Korupsi KUR ke Penuntut Umum Kejari Muara Enim
- Satgas Binter Tangkap Truk dan Alat Ilegal Tapping, Barang Bukti Diserahkan ke Polisi
- Polres Banyuasin Musnahkan Barang Bukti 21,9 Kg Sabu
- Resmikan Jalan CSR PT OKI Pulp and Paper Mills, Gubernur dan Bupati Kompak "Pecah Kendi"
Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas, Mahasiswa Dibayangi Gejolak Kampus Menaikkan UKT
Menurut dia, mahasiswa sudah mengkaji satu minggu, karena investasi untuk mencapai di tahun 2045 tentang Indonesia Emas, akan menjadi sebuah wacana saja. “Hari ini kawan – kawan sepakat, untuk meminta DPRD Provinsi Sumsel mengambil sikap menolak efisiensi. Baik di bidang manapun, terkhusus bidang pendidikan. Kami dari Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang hari ini dunia pendidikan sangat terdampak. Kami sudah mendengar pernyataan dari Kemenkeu, seperti KIP dan lain sebagainya tidak terpotong. Ke depan tidak ada lagi pembangunan, karena efisiensi,” terang Ilham.
Ilham mengatakan, hari ini mahasiswa butuh fasilitas lengkap butuh tempat efektif belajar. Dengan mahasiswa banyak butuh kelas baru. “Untuk UKT hari ini karena efisiensi dikhawatirkan maka pemerintah menegaskan akan adanya gejolak menaikan UKT. Di sini menjadi beban bagi mahasiswa dari golongan kurang mampu,” harap Ilham.
“Kemudian ketika kami berdiri di gedung DPRD Provinsi Sumsel dan seluruh dewan di Indonesia menolak efisiensi anggaran ini, agar pemerintah menolak efisiensi anggaran ini.
Hari ini, kata Ilham, pihaknya mengerahkan sekitar 1.000 mahasiswa. “Ke depan rencana kalau tolak efisiensi anggaran tidak ditanggapi bakal mengerahkan 5.000 mahasiswa untuk turun ke jalan,” tukasnya.



