Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas, Mahasiswa Dibayangi Gejolak Kampus Menaikkan UKT

Menurut dia, mahasiswa sudah mengkaji satu minggu, karena investasi untuk mencapai di tahun 2045 tentang Indonesia Emas, akan menjadi sebuah wacana saja. “Hari ini kawan – kawan sepakat, untuk meminta DPRD Provinsi Sumsel mengambil sikap menolak efisiensi. Baik di bidang manapun, terkhusus bidang pendidikan. Kami dari Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang hari ini dunia pendidikan sangat terdampak. Kami sudah mendengar pernyataan dari Kemenkeu, seperti KIP dan lain sebagainya tidak terpotong. Ke depan tidak ada lagi pembangunan, karena efisiensi,” terang Ilham.

Ilham mengatakan, hari ini mahasiswa butuh fasilitas lengkap butuh tempat efektif belajar. Dengan mahasiswa banyak butuh kelas baru. “Untuk UKT hari ini karena efisiensi dikhawatirkan maka pemerintah menegaskan akan adanya gejolak menaikan UKT. Di sini menjadi beban bagi mahasiswa dari golongan kurang mampu,” harap Ilham.

“Kemudian ketika kami berdiri di gedung DPRD Provinsi Sumsel dan seluruh dewan di Indonesia menolak efisiensi anggaran ini, agar pemerintah menolak efisiensi anggaran ini.

Hari ini, kata Ilham, pihaknya mengerahkan sekitar 1.000 mahasiswa. “Ke depan rencana kalau tolak efisiensi anggaran tidak ditanggapi bakal mengerahkan 5.000 mahasiswa untuk turun ke jalan,” tukasnya.