- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tugas Satgas adalah Operasi Tempur, Sejengkal Tanah di Perbatasan Tidak Ada Kata Aman
# Selalu Waspada dan Cepat Beradaptasi dengan Masyarakat
PALEMBANG, SIMBUR – Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 8/Garuda Cakti Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho S.Sos.MTr (Han) mengunjungi Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa. Dalam rangka Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) Yonif 141/AYJP yang akan melaksanakan Satgas Pamtas RI-PNG. Kegiatan bertempat di Lapangan Yonif 141/AYJP, Karang Jaya , Kab. Muara Enim, Sumsel.
Danbrigif mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan hormat jajar, penyambutan dengan yel-yel semangat prajurit, didampingi Para kasi brigif 8 /GC dan Danyonif 141/AYJP selaku Dansatgas. “Setelah itu Paparan Danyon selaku Dansatgas kepada Danbrigif 8/GC tentang kesiapan Satgas Yonif 141/AYJP, baru kemudian pengecekan kesiapan personel dan materiil. Saya tekankan kepada para Danpos harus peduli kepada anggota dan keadaan tempat penugasan, Sebab, Danpos merupakan kunci dari keberhasilan tugas,” ungkap Letkol Enrico, Selasa (21/5).
Pola tugas saat ini, lanjutnya, membuat inisiatif untuk menangani perkembangan di daerah penugasan. Karena tugas Satgas adalah operasi tempur. Selain itu tidak lupa tetap melaksanakan binter (pembinaan teritorial) untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. “Selalu waspada dan cepat beradaptasi dangan daerah tugas masing-masing, ikuti dan pelajari bangsit (perkembangan situasi) daerah tersebut.” tegasnya
Dia harap Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 141/AYJP bisa berjalan dengan lancar, berangkat sehat kembalipun dengan keberhasilan. “Selalu tanamkan di dalam hati dan pikiran bahwasanya sejengkal tanah di daerah penugasan tidak ada kata aman,” pungkasnya.(red/rel)



