- TMMD Ke-128 di Wilayah Kodam II/Sriwijaya Resmi Dibuka
- Harap Sinergi Militer dan Akademisi Lahirkan Inovasi Strategis
- Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kelola Koperasi Merah Putih secara Profesional
- Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
Empat Jembatan Gantung Rusak Parah, Percepat Penanganan Banjir di OKU
JAKARTA, SIMBUR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan operasional penanganan darurat bencana banjir kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pada Jumat (10/5). Sekaligus memastikan situasi terkini penangan banjir di OKU.
Pemberian bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Deputi bidang logistik dan peralatan BNPB Dr. Lilik Kurniawan. Bantuan diterima PJ Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah. Bantuan yang disalurkan mencakup dana siap pakai sebesar Rp 200 juta untuk mendukung operasional penanganan darurat bencana banjir.
BNPB juga memberikan bantuan berupa dukungan logistik dan peralatan seperti sembako sebanyak 200 paket, makanan siap saji 200 paket, selimut 200 lembar, matras 200 lembar, family kit 200 paket, hygiene kit 200 paket, kasur lipat 50 unit, velbed 25 unit. Selain itu, tenda pengungsi 2 unit, tenda keluarga 30 unit, Perahu Pholyeteline (PE) dan mesin 1 unit, genset 3 unit, light tower 2 unit, lampu solar panel 2 unit, pompa alkon 5 unit dan pompa apung 5 unit.
Dalam sambutannya Lilik menekankan indikator keberhasilan penanganan bencana adalah masyarakat yang terdampak semua mendapat bantuan dan penanganan. “Jadi pertama indikatornya seluruh masyarakat yang terdampak jangan sampai tidak dapat bantuan. Tapi setelah kami lihat langsung Pemkab OKU telah berhasil melaksanakan dan memang perlu proses penyampaian bantuan ini,” ucap Lilik.
Sedangkan untuk infrastruktur yang rusak seperti jembatan gantung, Lilik meminta agar pemkab OKU segera merinci dan membuat proposal pengajuan ke BNPB agar bisa ditindaklanjuti secara cepat untuk dilakukan perbaikan. “Urusan infrastruktur yang rusak nanti diajukan ke kita. Ini semata-mata mempercepat, jangan sampai kerusakan infrastruktur kritikel dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” terangnya.
Dirinya juga mendorong Pemerintah Kabupaten OKU untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap banjir yang terjadi, termasuk evaluasi terhadap perubahan ekologis yang mungkin terjadi. Kemudian perlunya perencanaan jangka panjang yang melibatkan semua pihak, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Ini tentu saya berharap bisa dievaluasi program jangka panjang. Ada RPJMD harus ada program jangka panjang, kami di pusat akan mendukung, rencana harus dimulai dari daerah siapapun pemimpinya harus perhatikan ini,” harap Lilik.
Menyambut bantuan yang terus mengalir, Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah menyatakan rasa terima kasihnya kepada BNPB yang peduli terhadap kondisi daerahnya. “Tentu kami berterima kasih kepada BNPB yang telah memberikan bantuan. Kami akan mengusulkan perbaikan infrastruktur yang rusak sesuai dengan arahan dari BNPB,” tukasnya.
Menurutnya sepanjang sejarah di Kabupaten OKU, banjir yang terjadi belum lama ini merupakan banjir terbesar di OKU. Banjir itu terjadi di 40 Desa di 5 Kecamatan yakni, Baturaja Barat, Peninjauan, Baturaja Timur, Lubuk Batang dan Kedaton Peninjauan Raya. Sebanyak 1.695 rumah terendam banjir setinggi satu meter setelah diguyur hujan deras. “Akibat banjir ini 4 jembatan gantung dinyatakan rusak parah,” tandasnya.(red)



