- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Jembatan Putus akibat Banjir Bandang, Bantu Warga dan Siswa Seberangi Sungai
PALEMBANG, SIMBUR – Akses jembatan di Desa Suka Menang, Kec. Karang Jaya, Kab. Musi Rawas Utara terputus akibat diterjang banjir bandang. Karena itu, Babinsa Kodim 0406/Lubuk Linggau membantu warga dan siswa sekolah menyeberangi sungai Rupit.
Kasdim 0406/Lubuk Linggau, Mayor Inf Nur Sigit Prasetya mengatakan, bantuan yang dilakukan Kodim 0406/LL ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan warga dan siswa sekolah untuk menyeberangi sungai. Itu setelah beberapa waktu yang lalu jembatan tersebut yang merupakan akses penghubung kedua tempat tersebut terputus akibat dilanda banjir bandang.
“Kodim 0406/Lubuk Linggau telah mengerahkan Babinsa serta menyiapkan perahu dan LCR untuk membantu menyeberangkan warga masyarakat dan anak-anak sekolah, dibantu juga dari Pemda Kabupaten Muratara,” ungkap Mayor Inf Sigit, Rabu (24/04).
Setiap hari, lanjut Sigit, Babinsa jajaran Kodim Lubuk Linggau membantu menyeberangkan warga dan anak-anak sekolah dengan perahu dan LCR agar aktivitas warga dan belajar anak-anak dapat berjalan dengan baik. “Tidak hanya itu, mereka juga membantu para personel PLN menyeberangi sungai untuk memperbaiki Listrik di Desa Rantau Telang dan Tanjung Agung,” tambahnya.
Dengan menggunakan 3 unit Perahu TNI AD, 1 unit perahu dari Kodim 0406/LL dan 2 unit perahu LCR dari Bekangdam II/Sriwijaya para Babinsa bergerak membantu warga dalam penyeberangan.
“Kami akan terus berupaya untuk membantu mengatasi kesulitan warga. Kita juga selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah atau dinas terkait dalam membantu kesulitan masyarakat,” pungkasnya.
Banjir di Tiga Kecamatan Mulai Surut
Sementara itu, wilayah kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatra Selatan, dikabarkan telah surut pada hari Selasa malam (23/4). Sebelumnya banjir merendam lima daerah sejak Selasa lalu (16/4), sekitar pukul 07.00 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima informasi tiga wilayah kecamatan yang terbebas dari banjir, yaitu Kecamatan Karang Jaya, Rupit dan Karang Dapo. Namun demikian, fasilitas Listrik masih terganggu di wilayah yang terdampak banjir, sedangkan akses jaringan komunikasi masih terganggu di Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir.
“Hingga kini, Rabu (24/4), BNPB masih menunggu pemutakhiran situasi di satu wilayah kecamatan lain yang juga terdampak banjir, yaitu Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu,” ungkap Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Data terakhir pada Selasa malam (23/4), jumlah keluarga yang mengungsi mencapai 12.953 KK atau 51.812 jiwa. Dengan surutnya genangan, kondisi tersebut mendorong warga kembali ke rumah dan dapat membersihkan material sampah yang terbawa banjir.
Banjir yang terjadi setelah adanya hujan lebat ini mengakibatkan 4 warga meninggal dunia. Tiga di antaranya merupakan warga Kecamatan karang Jaya, sedang satu lainnya dari Kecamatan Ulu Rawas. “Semua korban jiwa telah dievakuasi petugas,” ujarnya.
Selain dampak korban jiwa, banjir juga mengakibatkan adanya kerugian di sektor perumahan dan fasilitas umum. Tercatat sebanyak 12.571 rumah warga terdampak banjir di lima kecamatan. “Dari total jumlah tersebut, rumah warga rusak berat sejulah 454 unit, rusak sedang 110 dan rusak ringan 106,” terang Muhari.
Kerusakan pada fasilitas umum tercatat jembatan rusak berat 10 unit, sarana tempat ibadah 38 unit, fasilitas pendidikan 34 unit dan kesehatan 20 unit. Menyikapi situasi darurat di wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara telah mengaktifkan pos komando penanganan banjir. Pemkab setempat mengaktifkan posko setelah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor melalui Surat Keputusan Bupati nomor 220/KPTS/BPBD/MRU/2024.
“Sejak bencana terjadi, petugas gabungan telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi, pelayanan warga terdampak hingga pengaktifkan dapur umum,” ujarnya.
Banjir Musi Rawas Utara sempat merendam sejumlah wilayah dengan tinggi muka air 150 hingga 250 cm. Peristiwa ini tak terhindari setelah hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut sehingga debit air sungai Rupit dan Sungai Rawas meluap ke pemukiman warga.(red/rel)



