Sulap Rawa Jadi Sawah, Kodam II/Sriwijaya Tunaikan Atensi Kasad

# Bangun Saluran Air, Tingkatkan Produksi Pangan

KAYUAGUNG, SIMBUR – Optimalisasi lahan rawa tahun ini dengan membangun saluran air. Diharapkan Kodam II/Swj dapat membantu masyarakat panen dua kali dalam setahun. Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra Prasada, S.T., M.M mengatakan, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil dan rombongan melaksanakan peninjauan ke lokasi program Optimalisasi Lahan Rawa di Desa Suka Pulih, Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

“Pangdam menghendaki agar masing-masing pihak bisa bekerja sama dengan baik sehingga dapat dilakukan percepatan dan adanya target waktu penyelesaiannya,” ujar Sapta, Minggu (10/3).

Pangdam juga ingin ke depannya OKI bisa menjadi penghasil pangan nomor 1 di Sumsel. “Kalau Pangdam berharap bisa mengalahkan daerah Pulau Jawa, tidak ada lahan yang menganggur atau tidur,” tandas dia.

Namun itu semua, kata dia, dapat terwujud apabila waktu panen padi yang semula 1 kali bisa menjadi minimal 2 kali dalam setahun. Percepatan pengolahan lahan diharapkan dapat dilaksanakan secepatnya. Bila perlu dalam waktu 1 minggu selesai.

“Kendala di lahan rawa adalah saluran air. Dalam program optimalisasi lahan rawa. TNI AD melalui Kodam II/Swj akan membantu membangun saluran air dan kegiatan pendampingan lainnya,”tutup Sapta.

Satu Minggu Selesai, Tidak Ada Tanggal Merah

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah dan masyarakat melalui Program Optimalisasi Lahan Rawa. Menurutnya bisa diselesaikan selama satu minggu.

Disampaikan Kapendam, saat memberikan sambutan pada acara Optimalisasi Lahan di Desa Suka Puli Kec. Pedamaran, Kab. OKI, Minggu (10/03), Pangdam II/Swj memberikan motivasi kepada kelompok penggarap dan personel jajarannya Kodam II/Swj yang terlibat pada kegiatan itu.

Lanjut Sapta sampaikan guna percepatan membantu program pemerintah ini, semua tanggal hitam (tidak ada hari libur). “Sehingga Pangdam sampaikan bahwa pekerjaan optimalisasi lahan bisa diselesaikan 1 Minggu,” tegas dia.

Sebelumnya, saat Sertijab para pejabat utama dan Badan Pelaksana Kodam II/Swj Sabtu, (9/3) Pangdam menegaskan, Optimalisasi Lahan Rawa yang tengah dicanangkan pemerintah dan TNI AD, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil menegaskan jajarannya akan membantu program pemerintah dan tidak kenal tanggal merah.

“Khususnya tentang Optimalisasi Lahan Rawa. Program ini menjadi skala prioritas karena telah menjadi atensi Kasad (Jenderal TNI Maruli Simanjuntak) kepada seluruh jajaran,” tegasnya.

Penyedia Pangan Terbesar Kelima

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Ali Jamil, M.P, PHd mengatakan, bahwa Sumsel merupakan penyedia pangan terbesar kelima se-Indonesia. “Target luasan lahan untuk kegiatan OPLA di Provinsi Sumsel termasuk yang terluas yakni 98.400 hektar,” ujar Ali.

Terkait sasaran dari kegiatan ini, Ali optimis Sumsel dapat meningkat dibandingkan kondisi saat ini. “Untuk Indeks Pertanaman (IP) baru 1,1. sementara IP Nasional baru 1.4. Melalui program OPLA ini diharapkan bisa meningkatkan indeks pertanaman dari IP 1 menjadi IP 2,” tegas dia.

Pj Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir. H. Asmar Wijaya dalam sambutannya ungkapkan, saat ini OKI merupakan penghasil beras ke-3 terbesar di Sumsel. “Kendalanya di segi lahan pertanian sehingga belum maksimal. Untuk itu, dengan Opla diharapkan akan meningkatkan produksi pangan,”tegas Asmar.

Sesuai penyampaian Kepala Dinas Pertanian OKI Ir Sahrul. M.Si. , luas lahan yang akan dioptimalkan di wilayah tersebut sejumlah Opla 6.500 ha karena terdapat kendala bagi masyarakat yaitu perlunya sirkulasi air supaya tidak menggenangi sawah. (red/rel)

 

Posted in TNI