Percepat Pembangunan Jembatan demi Kesejahteraan Masyarakat

PALEMBANG, SIMBUR – Komando Distrik Militer (Kodim) 0413/Bangka terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi nyata pembangunan infrastruktur jembatan di wilayah Kel. Dul, Kec. Pangkalan Baru Kab. Bangka yang dilakukan secara bergotong-royong. Pada Senin (13/04). Hal ini menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi antara prajurit TNI dan warga setempat dalam mengejar target penyelesaian fisik jembatan.

Sinergi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata, melainkan bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat. Memastikan konektivitas antar wilayah dapat berjalan lancar demi menunjang aktivitas harian warga.

Hal tersebut menegaskan bahwa progres pembangunan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kemanunggalan TNI-Rakyat yang bertujuan untuk mendorong kemakmuran masyarakat di Bangka Belitung. “Dengan progres pembangunan jembatan ini nantinya, diharapkan akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan bagi warga sekitar akan meningkat secara signifikan,” tulis sumber di Pendam II/Sriwijaya.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Kodim 0413/Bangka dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memeratakan pembangunan hingga ke pelosok desa, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah melalui kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.

Konektivitas Transportasi Tingkatkan Perekonomian Warga Belitung

Sementara itu, Prajurit TNI dari Kodim 0414/Belitung terus menunjukkan dedikasi nyata dalam mempercepat pembangunan Jembatan Beton Aik Mendanau di Desa Pelempang Jaya, Proyek ini menjadi fokus utama TNI untuk memastikan konektivitas transportasi antar wilayah segera terhubung, guna mengakhiri keterisolasian yang selama ini menjadi tantangan bagi warga setempat. Belitung Rabu (15/04).

Saat ini, pengerjaan di lapangan memasuki tahap krusial yang memerlukan ketelitian tinggi. Tim di lapangan terpantau sedang melakukan penggalian pondasi, pemasangan besi cakar ayam sebagai dasar struktur, hingga proses pengecoran. “Selain itu, penimbunan lantai jembatan juga dilakukan secara simultan untuk memastikan jembatan berdiri kokoh dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama,” tulisnya.

Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan prioritas utama untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan struktur yang kuat, jembatan ini diharapkan dapat memecah keterisolasian wilayah dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Percepatan pengerjaan terus dilakukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga Desa Pelempang Jaya dan sekitarnya.

Kehadiran Jembatan Beton Air Mendanau diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi perekonomian warga. Selain memperlancar mobilitas sehari-hari, akses yang lebih baik akan memangkas waktu distribusi hasil bumi dan logistik, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. TNI berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan ini hingga tuntas demi kemajuan Belitung yang lebih merata

Percepat Konektivitas di Kabupaten Lahat

Terpisah, pembangunan infrastruktur jembatan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pelaporan pada hari Selasa, 14 April 2026, progres fisik di beberapa titik lokasi tercatat mengalami deviasi positif atau melebihi dari target yang direncanakan.

Kegiatan pembangunan yang melibatkan sinergi antara personel militer dan masyarakat ini berlangsung di tiga lokasi utama, yaitu Desa Muara Empayang serta Desa Lubuk Sengketi 1 dan 2, Kecamatan Kikim.

Jembatan Gantung Muara Empayang

Di Desa Muara Empayang, pembangunan jembatan gantung dengan panjang ±70 meter dan lebar ±1,2 meter mencatatkan kemajuan signifikan. Dari target rencana sebesar 21,89 persen , realisasi pekerjaan mencapai 28,19 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 6,03 persen. Pekerjaan yang saat ini sedang dilaksanakan adalah pengecoran pondasi tambatan.

Jembatan Beton Lubuk Sengketi 1
Sementara itu, di Desa Lubuk Sengketi 1, pembangunan jembatan beton sepanjang ±14 meter juga berjalan lancar. Realisasi fisik mencapai 28,90 persen dari rencana 27,74 persen dengan deviasi positif 1,16 persen Tahapan pekerjaan yang dilakukan meliputi pendorongan material, pemasangan pondasi batu kali, hingga pekerjaan pembesian.

Jembatan Beton Lubuk Sengketi 2
Di lokasi yang berdekatan, Desa Lubuk Sengketi 2, pembangunan jembatan beton sepanjang ±10 meter terus dikebut. Progres realisasi tercatat sebesar 27,752 persen sedikit di atas target rencana 27,46 persen. Pekerjaan saat ini fokus pada pemasangan batu pondasi abutment, pengiriman material, serta pembesian untuk tulangan cor blok dudukan gelagar.

Secara keseluruhan, setiap lokasi melibatkan sebanyak 20 personel yang terdiri dari 10 personel TNI dan 10 orang masyarakat setempat. Kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari juga sangat mendukung kelancaran aktivitas konstruksi di lapangan, sehingga tidak ada kendala atau hal menonjol yang menghambat proses pembangunan.

“Keberhasilan progres ini merupakan bukti nyata dari gotong royong dan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Lahat,” tutupnya.(rel)

Posted in TNI