Gagalkan Peredaran 26,164 Kg Ganja saat Aparat Fokus Amankan Pemilu 2024

Di tempat yang sama, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi juga mengapresiasi Kodam II/Sriwijaya yang telah membantu upaya pemberantasan narkoba di Sumsel. Menurutnya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara terpadu. Pada 2020 telah dilakukan rencana aksi nasional, bersama-sama mengimplementasikannya dalam rencana aksi daerah, dan telah terbentuk tim terpadu baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Kita bersama-sama memberantas narkoba. Ada dua hal yang dihadapi dalam memberantasnya. Pertama adalah pengurangan peredarannya bisa dilakukan dengan pencegahan dan rehabilitasi. Kemudian yang kedua yakni menghentikan suplai narkoba,” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni mengatakan, pemberantasan narkoba menjadi tugas bersama. Fatoni juga mengapresiasi Kodam II/Sriwijaya atas kerja keras dan keberhasilan dalam mengungkap peredaran narkoba. “Peringkat Sumsel sudah baik dalam prevalansi penyalahgunaan narkoba. Kita bertekad untuk menurunkan prevalansi penyalahgunaan narkoba itu,” kata Fatoni.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba terjadi salah satu faktornya karena budaya dan tradisi masyarakat yang masih menganggap barang haram tersebut merupakan gaya hidup. Untuk itu, diperlukan sosialisasi dan dukungan dari seluruh pihak dalam memberankan peredaran narkoba. “Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah ini kita sudah ada Perda-nya dan sudah dibentuk tim pemberantasan narkoba, baik di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” ujar Fatoni.(red)