- Hadapi Dampak Krisis Global dengan Indonesia Bicara Baik
- Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel
- Sebelas Detik Mengubah Makna: Ketika Algoritma Mengalahkan Fakta
- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
Satu Pekerja Tower Tewas akibat Gempa di Halmahera Barat
JAKARTA, SIMBUR – Satu korban tewas di wilayah Kota Ternate imbas terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Rabu (22/11), pukul 11.48 waktu setempat. Korban meninggal dunia bernama M Danur Sahen (22th) asal Makassar. Korban tewas saat sedang bekerja di atas tower di Jl Mononutu, Kelurahan Stadion, Kota Ternate, Maluku Utara.
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, berdasarkan data perekaman yang dirilis oleh BMKG, lokasi gempa berada di 68 kilometer Barat Laut Halmahera Barat, 86 kilometer Barat Laut Jailolo, 88 kilometer Barat Laut Halmahera Utara, 112 kilometer Barat Laut Ternate.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjut Muhari, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Maluku (Intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Pulau Halmahera. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki pergerakan mendatar naik (oblique thrust),” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (23/11).
Keterangan menyebutkan gempa ini dirasakan di Halmahera Barat, Ternate, Halmahera Utara dengan intensitas III-IV, daerah Halmahera Timur hingga Pulau Morotai dengan skala intensitas III MMI. Meski pusat gempa berada di laut, namun gempa ini tidak berpotensi tsunami (BMKG). Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa pasca gempa tersebut. (red)



