Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII Rumuskan Arah Baru Politik Perencanaan dan Kebijakan Bahasa dan Sastra Indonesia

# Bakal Jadi Bahasa Pengantar pada Sidang Umum Unesco

# Tambah 80 Ribu Kosakata Baru Dalam KBBI

 

JAKARTA, SIMBUR – Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII berlangsung di Jakarta pada 25-28 Oktober 2023. Pembukaan KBI XII digelar di Golden Ballroom, The Sultan Hotel & Residence Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa E Aminudin Aziz menjelaskan, kongres digelar secara hybrid. Diikuti 1.550 peserta, 550 hadir langsung secara luring dan sisanya 1.000 peserta daring.

Aminudin berharap KBI XII menjadi forum yang memanifestasikan perenungan dan memaknai keindonesiaan melalui nilai bahasa dan sastra. Kongres kali ini juga bukan berarti sebatas wadah romantisme biasa yang mempertemukan praktisi/pegiat serta akademisi bahasa dan sastra di Indonesia.

‘”Kami justru menjadikan Kongres Bahasa Indonesia sebagai wahana perdebatan gagasan dalam upaya mempererat keindonesiaan untuk membulatkan cita-cita terbaik secara gotong royong,” ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Aminudin, kongres kali ini untuk melihat dan merumuskan arah baru dalam kebijakan politik perencanaan bahasa dan sastra Indonesia. “Kongres ini menjadi wahana untuk melihat kembali serta merumuskan arah baru kebijakan politik perencanaan dan kebijakan bahasa dan sastra Indonesia ke depan,” tegasnya.

Dalam rekomendasi KBI XI pada 2018 lalu, telah dirumuskan sejumlah kebijakan. Di antaranya pengembangan bahasa daerah, yakni dengan melakukan revitalisasi 72 bahasa daerah di 25 provinsi. Selain itu, kata Aminudin, KBI XI juga menjadi sumber pengayaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). “Pada posisi saat ini yang baru memuat 121 ribu entri. Tahun depan 2024 di dalam KBBI akan kami tambah 80 ribu kosakata baru,” ungkapnya.

Amanat menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, kata dia, setapak demi setapak telah dilalui. Di antaranya pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di 154 negara. Lebih menggembirakan lagi, katanya, bahasa Indonesia akan digunakan dalam sidang Unesco. “Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa resmi dalam sidang umum Unesco. Bahasa Indonesia memasuki babak baru yang memerlukan kerja ekstra yang bukan biasa-biasa saja,” harapnya.

Slogan KBI XII “Adibasa, Adiwangsa” diartikan, kemampuan bahasa yang baik (adibasa) membuat Indonesia dapat menjadi bangsa yang unggul (adiwangsa). Adapun KBI kali ini mengusung tema “Literasi dalam Kebinekaan untuk Kemajuan Bangsa”. Dari tema tersebut dikembangkan menjadi tiga subtema. “Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah, Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Internasionalisasi Bahasa Indonesia,” urainya.

Sementara itu, penerima penghargaan sastra diberikan pada pembukaan kongres. Kategori kumpulan novel diraih Zaky Yamani, kumpulan puisi Kiki Sulistyo, kumpulan cerpen Sony Karsono, kumpulan naskah drama Marhalim Zaini, dan kumpulan esai sastra Nirwan Dewanto. Sementara, penerima Anugerah Bahasa Husein Djajadiningrat 2023 diraih Benyamin Sueb (tokoh pelestari bahasa dan sastra daerah), Harimurti Kridalaksana (tokoh pengembang bahasa Indonesia), Ebiet G Ade (tokoh pembina bahasa), Retno Marsudi (tokoh diplomasi kebahasaan).(red)