- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Tingkatkan Kepercayaan dan Reputasi, Rumuskan Undang-Undang Kehumasan
Sekretaris Umum Perhumas Benny Siga Butarbutar menjelaskan, humas perlu dilengkapi dengan kemampuan yang bisa dipercaya, dibutuhkan yakni kemampuan membuat riset/analisis. “Hal itu dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan dan berpengaruh. Sehingga proses mengambil keputusan itu menjadi penting,” ungkapnya.
Perhumas indicators itu, lanjut Benny, membahas peran apa yang membuat komunikasi itu menjadi penting dalam pengambilan keputusan organisasi atau keberlangsungan eksistensi. “Ternyata setiap orang dan organisasi itu butuh trust (kepercayaan) dan reputasi. Dua dimensi itu membutuhkan delapan indikator,” paparnya.
Kedelapan indikator itu meliputi Performance Management Quality, Environmental Social Governance (ESG), dan Innovation. Selanjutnya, Leadership, Technology, People Management, Communication dan Crisis handling.



