- Pangdam II/Sriwijaya Siap Pacu Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih hingga Pelosok Desa
- Konferkab PWI OKU Selatan Ricuh, Peserta Walk Out Massal
- Konflik Organisasi Pusat Memanas, BEM Kampus Guru di Palembang malah Segel Rektorat
- Konektivitas Dua Desa Pulih, Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Langsung Jembatan Perintis Garuda
- Sidak Ranmor di Makodam II/Sriwijaya, Tertibkan Administrasi Kendaraan Dinas dan Pribadi
Satu Warga Tewas Sudah Dimakamkan, Dua Korban Hanyut Berhasil Dievakuasi
Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD OKU Selatan telah berkoordinasi dengan lintas instansi terkait termasuk aparatur desa. BPBD OKU Selatan juga telah mendirikan posko utama di halaman Polsek Kecamatan Muaradua. Adapun bantuan berupa logistik dan peralatan juga telah didistribusikan kepada warga terdampak. Bupati OKU Selatan juga turut hadir ke lokasi memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. “Pemberian bantuan dari Gubernur Sumatera Selatan disampaikan langsung oleh Bupati OKU Selatan,” jelas Heri.
Sebelumnya, Ansori Humas BPBD Sumsel mengatakan, banjir terjadi Rabu (5/7) sekitar pukul 06.25 WIB. Akibatnya sungai meluap, menyapu rumah dan satu keluarga. Satu orang pun meninggal dunia. “Terdata 3 orang dan sebuah rumah hanyut, di Desa Bayur, Kecamatan Muara Dua Tangsi. Tiga orang lagi hanyut di Desa Lawang Agung, Kecamatan Kisam Tinggi. Satu orang ditemukan meninggal dunia, 2 orang hanyut. Satu keluarga, pasutri Karno (60), Sarmi (50) dan putranya Toyib (30),” ungkap Ansori Humas BPBD Sumsel.
Kendati sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, namun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten OKU Selatan, khususnya di Kecamatan Muaradua hingga Sabtu (8/7), sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang dirilis hari ini.



