- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Kolaborasi dalam Workshop dan Fellowship tentang Lingkungan Hidup
JAKARTA, SIMBUR – Founder and CEO A+ Comunications mengadakan pertemuan dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Pihaknya mengajak untuk ikut dalam pelaksanaan pelatihan Jurnalistik Peduli Lingkungan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat PWI Pusat, yang dihadiri Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Sekjen PWI Mirza Zulhadi,Wabendum PWI Dar Edi Yoga,Humas PWI Mercys Charles Loho dan TB Adhi dan Founder and CEO A+ Comunications Myrna Soeryo bersama Tim, Kamis (15/06). Dalam pertemuan tersebut, membahas tentang pelaksanaan pelatihan penulisan jurnalistik tentang lingkungan hidup, yang di gagas Founder and CEO A+ Comunications.
Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyambut baik kegiatan pelatihan penulisan tentang lingkungan hidup ini, yang di peruntukan bagi wartawan. “Pelaksanaan kegiatan workshop ini sangat bagus sekali, membutuhkan ilmu jurnalistik yang berkaitan dengan penulisan lingkungan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, CEO A+ Comunications Myrna Soeryo mengungkapkan, kegiatan ini di laksanakan dalam bentuk Workshop dan Fellowship mengenai penulisan lingkungan hidup, berdasarkan fakta dan prinsip memeriksa dan menyeimbangkan materi yang akan ditulis.
Begitu pula para pembicaranya adalah orang-orang yang memiliki pengalaman dalam menyajikan tulisan di bidang lingkungan hidup. “Melihat antusias dari teman-teman wartawan yang cukup tinggi untuk mengikuti kegiatan ini, mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi dengan PWI Pusat, kami juga jadi bisa mendapatkan masukan apa yang dibutuhkan wartawan,” tambahnya.
Begitu pula salah satu peserta yang telah mengikuti Workshop dan Fellowship, penulisan lingkungan hidup, Eka Ardimiyati mengatakan, menulis lingkungan hidup ini, membutuhkan ketelitian dan butuh banyak referensi tentang apa yang ingin di gali, terkait dengan lingkungan tersebut, tambahnya. (red/rel)



