- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Teknologi Berpotensi Munculkan Jenis Pedagogi Baru
PALEMBANG, SIMBUR – Globalisasi membawa arus yang memengaruhi setiap individu. Sebaiknya tidak melupakan akar budaya bangsa sendiri. Hal itu diungkap Prof Dr Ninuk Lustyantie MPd, pakar ilmu bahasa sekaligus Koordinator Program Studi Doktor (S3) Linguistik Terapan di Universitas Negeri Jakarta.
Prof Ninuk mengatakan, melalui pembelajaran abad 21 ini, diketahui bahwa pembelajaran dengan teknologi digital dengan maksud untuk memahami potensi teknologi yang memungkinkan adanya jenis pedagogi baru. “Indikator pembelajaran inovatif itu meliputi empat hal yaitu baru, kreatif, urgen, dan berteknologi. Juga harus menerapkan ini dalam pembelajaran abad ke-21,” ujar Prof Ninuk saat kuliah umum di Universitas Bina Darma Palembang, Kamis (8/6).
Kegiatan digelar dua Program Studi (Prodi) Fakultas Sosial Humaniora (FSH) Universitas Bina Darma, yakni Prodi Sastra Inggris dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. “Saya mewakili Rektor Universitas Bina Darma, sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Ninuk Lustiyantie, yang berkesempatan hadir sebagai narasumber pada pagi ini. Untuk mahasiswa manfaatkan kesempatan ini dengan baik, kalau ada hal-hal yang kurang dipahami bisa ditanyakan,” ujar M Izman Herdiansyah, ST MM PhD Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Bina Darma.
Neisya, M.A. Ketua Panitia mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendatangkan pakar atau ahli agar dapat meningkatkan keterampilan dosen dan mahasiswa Prodi Sastra Inggris dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Dosen dan Mahasiswa kedua program studi dilibatkan sebagai peserta agar dapat memahami dan membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran, khususnya di bidang bahasa dan sastra.
“Saya ucapkan selamat datang kepada Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd. atas kesediaannya untuk menjadi narasumber dalam kuliah umum ini,” ujar Neisya.(red/rel)



