- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Apeksi Ingin Tinggalkan Legasi
PALEMBANG, SIMBUR – Sekitar 64 wali kota dan wakil wali kota se-Indonesia hadir penuhi Palembang Sport Convention Center (PSCC) Palembang, Rabu (7/6) malam. Kehadirian semua orang nomor satu di pemerintah kota se-Indonesia itu tak lain untuk merayakan malam syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang ke-23.
Ketua Apeksi Dr H Bima Arya Sugiarto menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Palembang selaku tuan rumah dalam HUT ke-23. Diungkap Wali Kota Bogor bahwa perayaan HUT ke-23 Apeksi kali ini merupakan suatu perayaan yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu banyak seremoni, budaya yang mengagumkan, tetapi di tahun ini seremoni masih ada, budaya serta kesenian juga masih ada tetapi ditambah lagi dengan beberapa agenda serius yang membicarakan persoalan bangsa kedepan,” ungkapnya.
Ia menilai, perayaan HUT ke-23 Apeksi di kota Palembang memiliki substansi yang bervariatif, mulai dari kolaborasi Direktorat Apeksi dengan Pemerintah kota Palembang. Pembahasan terkait pengeloaan sampah, serta bincang-bincang Kepala Bappeda yang berfokus kepada Green Ekonomi.
“Jadi di kota Palembang ini memang luar biasa sekali. Substansi acara dan agendanya sangat penting untuk kedepan, meskipun pemimpinnya memasuki masa Injury Time. Sekali lagi kami apresiasi untuk kota Palembang,” ungkapnya.
Bima Arya pun berharap meskipun kegiatan syukuran HUT ini digelar di ujung masa jabatan para Walikota namun tak menyurutkan niat mereka untuk meninggalkan legasi bagi masyarakat dan penerus mereka.
“Makanya teman-teman tetap gaspol. Karena kami ingin apa program yang telah dikerjakan dan diikhtiarkan bisa terus berlanjut kedepan. Kami ingin meninggalkan legasi yang kokoh,” jelasnya.
Selain untuk bersilaturahmi, syukuran HUT Apeksi ini juga diharapkannya dapat menjadi wadah meningkatkan kolaborasi dan sinergi antar anggotanya yang saat ini terdiri dari 98 anggota.
Sebelumnya, saat seminar nasional yang digelar Rabu (7/6) di ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Dr H Bima Arya mengatakan, pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang pada hakekatnya membangun manusia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia.
“Pembangunan daerah diarahkan untuk memacu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong stabilitas, dan meningkatkan potensi daerah secara terpadu,” jelasnya.
Bima menambahkan, pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu gambaran pembangunan di berbagai sektor ekonomi, dengan tujuan untuk dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial.
“Ketimpangan ekonomi yang dimaksud adalah ketimpangan pendapatan yang merupakan suatu keadaan dimana distribusi pendapatan masyarakat menunjukkan keadaan yang tidak merata dan lebih menguntungkan kelompok tertentu,” katanya.
Sementara, Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara masif terus mengenalkan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasinya tahun 2021. Menurut Gubernur, program GSMP yang ikut berkontribusi mengendalikan inflasi Sumsel itu juga dikenalkannya kepada walikota se-Indonesia.
“Pemutaran video pendek GSMP ini adalah upaya mengubah mindset masyarakat. Yang tadinya hanya bisa sekadar membeli digeser menjadi penghasil. Dan ini berhasil, Provinsi Sumsel masuk sebagai 10 Provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi. Alhamdulillah ini juga berkat kerjasama dan kekompakan bupati dan walikota di Sumsel sehingga inflasi dapat dikendalikan dengan baik,” tegasnya.
Menurut Herman Deru, setiap kepala daerah tentu akan melalui fase menuju berakhirnya masa jabatan. Sehingga tiap-tiap kepala daerah terutama dalam hal ini walikota ingin meninggalkan kenangan yang luar biasa. Apalagi dengan adanya UU Pilkada membuat beberapa kepala daerah habis dan selesai menjabat pada Desember 2023 atau tak sampai 5 tahun menjabat.
“Apapun itu masyarakat tentu sangat menantikan apa yang ditinggalkan. Bagi Saya ada dua legacy penting yang dapat ditinggalkan. Selain arsitektur, legacy perubahan mindset juga sangat penting,” jelasnya.
Iapun berharap dengan berbagai rangkaian acara Apeksi selama 3 hari di Kota Palembang banyak yang dapat diadopsi oleh para peserta yang berpartisipasi. “Semoga kegiatan ini menjadi wahana kita untuk introspeksi baik secara personal maupun keorganisasian tentang apa-apa saja yang sedang dan telah dilakukan untuk perencanaan yang lebjh baik di masa depan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Ia juga mengatakan sinergitas dan peran aktif Apeksi diperlukan dalam pembangunan kota-kota di Indonesia. Selain itu, peran Apeksi terkait dengan pemerintahan, birokrasi, Aparatur Sipil Negara dan juga masyarakat dalam upaya membangkitkan ekonomi dengan membangun kolaborasi terukur dan konsolidatif dengan berbagai pihak (multi pihak), sehingga percepatan pemulihan ekonomi lebih terarah dan lebih cepat tercapai. “Semoga Apeksi dapat membimbing dan menjadikan kota-kota di Indonesua sebagai kota yang maju, mashur dan pemimpinnya dicintai masyarakat,” ujarnya.
Akan halnya, Walikota Palembang H. Harnojoyo mengungkapkan rasa bahagianya selaku tuan rumah perayaaan HUT ke-23 Apeksi. “Syukuran tahun ini menjadi sangat penting karena menekan inflasi sekaligus ajang silahturahmi,” kata Harnojoyo.
Disampaikannya, atas dipilihnya kota Palembang sebagai tuan rumah dalam HUT ke-23 dinilai mampu meningkatkan perekonomian di kota tersebut. “Alhamdulillah kami juga bersyukur, setelah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang cukup banyak, perayaan HUT APEKSI ke-23 ini dapat berjalan dengan lancar. Rasa terima kasih yang mendalam kami sampaikan atas suksesnya acara ini,” ujarnya.
Namun, Harnojoyo juga memohon maaf jika dalam perayaan yang digelar di kota Palembang terdapat terdapat kekurangan bagi para anggota Apeksi yang hadir. “Tidak ada gading yang tidak retak, sebagai manusia biasa tentu kami mempunyai kesalahan. Untuk itu kami juga memohon maaf jika memang selama perayaan HUT APEKSI ke-23 ini kami memiliki kesalahan,” ucapnya.
Gairah Kemajuan Ekonomi
Diwartakan, kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sejak Selasa (6/6) hingga Jumat (9/6) berkumpul di Kota Palembang guna memperingati HUT ke-23 APEKSI. Sederet kegiatan menjadi kekompakan kepala daerah se Indonesia ini guna menjawab permasalahan ekonomi yang ada di berbagai kota.
Harnojoyo mengatakan, untuk menggairahkan kemajuan perekonomian baik skala nasional maupun daerah, tidak cukup hanya mengandalkan investasi pemerintah saja. Tetapi juga sektor swasta harus semakin diberi porsi yang lebih besar untuk berinvestasi. “Saat ini, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Palembang sebesar 5,25 persen. Ini meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun 2021 yang tumbuh sebesar 3,11% dan sempat terkontraksi sebesar 0,28% ditahun 2020 akibat pandemi covid-19,” ungkap Harnojoyo.
Sementara, sambung Harnojoyo, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus menunjukkan tren meningkat menjadi sebesar 79,47 dibandingkan tahun 2021 sebesar 78,72. “Capaian IPM Kota Palembang ini lebih tinggi dibandingkan Provinsi Sumatera Selatan (70,90) bahkan Nasional (72,91),” katanya.
Untuk tingkat kemiskinan, sambung Harnojoyo, sampai Maret 2022 turun menjadi 10,48% setelah sempat terjadi peningkatan di tahun 2021 sebesar 11,34% akibat pandemi covid-19. Capaian tahun 2022 ini bahkan lebih baik dibandingkan tahun 2019 sebelum terjadinya pandemi dengan tingkat kemiskinan diangka 10,90 persen.
Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), lanjut Harnojoyo, juga dapat diturunkan menjadi 8,20% yang sebelumnya sebesar 10,11% ditahun 2021. “Untuk Indeks Gini (Rasio Gini) terus menunjukkan perbaikan menjadi 0,350 dibandingkan ditahun 2021 sebesar 0,353. Indeks ini mengindikasikan bahwa kesenjangan/ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin kecil semakin merata,” tukasnya.(kbs/red)



