- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Simbur Academy Sukses Digelar, Workshop Jurnalisme AI dan Climate Change Efektif Edukasi Pelajar

Sementara itu, perubahan iklim tentu berdampak pada kehidupan masyarakat global. Menurut Azhari, ancaman global yang dikhawatirkan masyarakat dunia saat ini bukan lagi perang dan pandemi, tetapi perubahan iklim. “Climate change (perubahan iklim) dalam waktu relatif lebih lama. Akibat pemanasan global, pembakaran fosil, emisi karbon dan efek rumah kaca, serta polusi asap pabrik dan kendaraan. Perubahan iklim rentan mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrem, seperti banjir bandang, longsor, karhutla, abrasi, bahkan tsunami,” terangnya.
Perubahan iklim, tambah dia, disertai musim yang tidak menentu. Saat ini dampaknya sudah terlihat dan mulai dirasakan, seperti cuaca ektrem yang menyebabkan banjir dan longsor. Diperparah potensi kemarau panjang dan gelombang panas sehingga dapat berdampak pada krisis air.
“Mengapa berita perubahan iklim sangat penting, sebab selama ini cenderung tertutupi. Saat ini, perubahan iklim sudah ramai diberitakan sesuai data, fakta, dan kenyataan yang terjadi sebenarnya. Dengan harapan, publik bisa tahu tindakan apa yang harus dilakukan sebelum dan saat bencana itu terjadi akibat perubahan iklim,” paparnya.
Selain itu, kata dia, force majeure (di luar kuasa manusia) seperti bencana alam tentu berdampak besar terhadap aset dan bisnis. Maka dari itu, mitigasi sudah mulai digalakkan dan perubahan iklim makin ramai diberitakan media massa global,” urainya.



