- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Simbur Academy Sukses Digelar, Workshop Jurnalisme AI dan Climate Change Efektif Edukasi Pelajar
Muhammad Azhari, pemimpin umum dan redaksi Simbur turun langsung sebagai pemateri workshop. Sebelum masuk pembahasan, Azhari menjelaskan, penting bagi seorang wartawan menguasai tiga kompetensi dasar, yakni kesadaran (awareness), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skills).
Salah satu keterampilan yang dimiliki wartawan, yakni menguasai teknologi termasuk artificial Inteligence (AI) atau kecerdasan buatan. Di era sekarang ini, jurnalis dituntut harus bisa menguasai keterampilan teknologi dengan memanfaatkan multiplatform digital.
Dia menambahkan, AI chatbots semakin bermunculan pada awal 2023. Di antaranya, ChatGPT dari OpenAI yang ramai diperbincangkan publik, baik masyarakat dunia nyata (citizen) maupun warga dunia maya (netizen). Berdasarkan survei Reuters Institute dan Oxford University, banyak kantor media memulai penggunaan AI untuk memproduksi berita. Terutama memaparkan narasi dan identitas tokoh dalam berita yang dibuat secara otomatis. Meski produk AI dapat diandalkan, tegasnya, tetap saja harus dicek dan ricek serta disunting oleh wartawan dan/atau redaktur.
“Dunia jurnalistik tetap harus menekankan pada kualitas dan track record manusia (wartawan) yang menulis berita agar dapat menyampaikan kebenaran sehingga mampu menjaga kualitas karya jurnalistik meskipun fungsi media telah banyak direbut para pengguna internet dan ancaman AI (kecerdasan buatan),” jelasnya.



