Subkontraktor Proyek Tol Diberi Waktu Dua Minggu Urus Izin

PANGKALAN BALAI, SIMBUR – Diduga proyek batching plant (tempat produksi beton) penunjang pembangunan proyek strategis nasional Tol Kapal Betung di wilayah kerja Kabupaten Banyuasin hingga kini diketahui tidak mengantongi izin. Tidak main-main tujuh dari enam batching plan yang beroperasi, hanya satu yang telah mengantongi izin. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin H Slamet Somosentono, SH, Selasa (3/1).

Menurut dia, hanya PTYP yang sudah memiliki izin tersebut. Karena itu seluruh pihak terkait dipanggil dalam rapat Pembahasan Izin Operasional dan Izin Persetujuan Bangunan Batching Plant di Wilayah Kab. Banyuasin. “Ternyata yang punya izin hanya satu, PTYP, yang lainnya belum punya. Makanya semua subkontraktor termasuk PTWK kami panggil terkait izin tersebut. Yang belum punya izin itu. Di antaranya, PTMJL, PTMM, PTMJAL dan 3 lagi itu PTWB,” kata Pak De Selamet, usai pimpin rapat di ruang Ruang Rapat Wabup Banyuasin.

Sesuai Perda Banyuasin No 8 Tahun 2021 tentang pajak dan retribusi daerah, Selamet menegaskan seluruh aktivitas pengembangan yang berada di wilayah kerja Banyuasin semestinya harus mematuhi dan mengikuti aturan yang berlaku. Dia menjelaskan, bahwa sudah menjadi kewenangan daerah dalam mengatur wilayahnya,

“Kita kasih waktu mereka dua minggu untuk selesaikan berkas perizinan. Jika tidak dilaksanakan terpaksa kami hentikan aktivitas kerja dan tutup. Artinya kan mereka tidak menghormati pemerintah Banyuasin jika enggan melaksanakannya,” tegas dia.

Sementara, Anggota DPRD Fraksi PAN Komisi II Banyuasin, Sriyatun, SP menerangkan bahwa perizinan tersebut menyangkut PAD (Pendapatan Asli Daerah), untuk itu DPRD Banyuasin semaksimal mungkin mengawal permasalahan tersebut agar setiap pengembang yang ingin beraktivitas di wilayah kerja Kab. Banyuasin tertib hukum dan tertib administrasi dalam melaksanakan peraturan daerah yang ada.

“Dua minggu kedepan kita akan melihat langsung ke titik lokasi Batching Plant dan sekaligus memeriksa sejauh mana proses administrasi yang mereka laksanakan,” ungkap Sri.

“Dari keterangan yang kami terima, mereka itu ternyata membuat izin langsung ke provinsi, mereka tunjukan berkasnya. Sekali lagi kami tegaskan bahwa saat ini wilayah kerja mereka berada di Banyuasin. Seharusnya tetap membuat izin terlebih dahulu. Dan juga berkas yang mereka tunjukan tersebut merupakan izin pembangunan jalan tol bukan izin untuk bathcing plant,” jelas dia.

Beragam alasan yang diberikan oleh sub kontraktor dari PTWK mulai dari kesibukan hingga tidak tahu tentang peraturan daerah menjadi dasar pihak terkait tidak mengurus seluruh perizinan yang ada. Sri menuturkan, ada salah satu subkon yang sejak berdiri dan melakukan kegiatan produksi, selama 2 tahun hingga sekarang sama sekali belum memiliki izin.

“Dari PTWK sendiri akan menindak tegas pihak ke tiga yang belum mengurus seluruh izin, bagi subkon yang tidak mengurus izinnya Pt. Wakita Karya akan memutus kontrak kerjasama dan tidak akan melakukan pembayaran kepada pihak subkon,” pungkasnya. (rel/smsi)