- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Dua Warga Tewas, Terseret Arus dan Tersengat Listrik saat Banjir
JAKARTA, SIMBUR – Dua orang warga menjadi korban banjir di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Sabtu (19/11). Hasil asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireun, satu korban meninggal dunia karena terseret arus banjir. “Satu lagi meninggal karena tersetrum aliran listrik. Keduanya telah dievakuasi oleh tim BPBD Kabupaten Bireun,” ungkap Abdul Muhari PhD,
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (19/11).
Menurut Muhari, banjir yang terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak pukul 03.40 WIB itu merendam 19 gampong di Kecamatan Makmur dengan tinggi muka air 20-50 sentimeter. Adapun rincian wilayah gampong yang terdampak meliputi Bland Dalam, Pandak, Mon Ara, Ulee Gle, Blang Mane, Mereubo, Matang Kumbang, Blang Perlak, Panton Mesjid, Sukarame, Lepehan Masjid, Blang Kuthang, Cot Kruet, Buket Selamat, Tringgadeng, Leubu Mesjid, Kuta Barat, Leubu Cot dan Leubu Me.
Laporan terkini dari BPBD Kabupaten Bireun, banjir berangsur surut di Gampong Ulee Gle. Kendati demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bireun hingga Senin (21/11), sebagaimana menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Menyikapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem. “Upaya seperti pemantauan kondisi sungai, pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan perlu dilakukan secara berkala,” imbaunya.
Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, masyarakat di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi mandiri. Jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam. “Masyarakat juga diharapkan agar selalu memperhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng curam yang minim vegetasi,” tutupnya.(red/rel)



