- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Atasi Masalah Banjir, Awasi Aktivitas Penimbunan Rawa
PALEMBANG, SIMBUR – Salah satu faktor penyebab banjir di Kota Palembang yakni maraknya penimbunan rawa dan kawasan resapan air. Karena itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengimbau aparat berwenang untuk memberikan bimbingan dan pengawasan. Terutama terhadap aktivitas penimbunan yang ada di Kota Palembang. Menurut Gubernur, 70 persen wilayah kota ini merupakan rawa dan resapan air.
“Saya minta aparat berwenang di Kota Palembang untuk memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap aktivitas penimbunan. Baik itu skala rumah tangga maupun perumahan. Jangan sampai penimbunan juga dilakukan di arel konservasi atau resapan air,” tegas Gubernur saat meninjau langsung lokasi pembangunan kolam retensi di Danau Opi, Jakabaring, Rabu (12/11).
Gubernur menambahkan, dalam mengatasi banjir tidak sepenuhnya menjadi tangung jawab pemerintah melainkan butuh peran serta masyarakat. Sebab upaya pemerintah akan sia-sia jika tidak diimbangi perilaku masyarakat. “Dalam penanggulangan banjir butuh peran peran serta masyarakat menjaga saluran untuk tidak tersumbat. Menjaga anak sungai agar tidak terjadi sendimentasi dan penumpukan sampah,” imbuhnya.
Gubernur memproyeksi Danau Opi sebagai lokasi pengembangan retensi atau penampungan air untuk mengatasi terjadinya banjir dikawasan Seberang Ulu. Di sela-sela peninjauan itu Herman Deru menegaskan, progres pengembangan danau di Jakabaring ini menjawab pesoalan banjir yang disebabkan karena cuaca eksstrem. Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel mempeluas kapasitas tampung debit air. Untuk diseberang ulu, pihaknya fokus di kawasan Jakabaring. Termasuk perbaikan sistem drainase agar dapat daya tampung air dapat maksimal dan menyeluruh.
Diakuinya, dari data BMKG terjadi peningkatan curah hujan di Kota Palembang dan akan berpeluang menjadi lebih besar hingga di atas 80 persen. Dengan ketebalan lebih dari 200 mm pada bulan Oktober hingga November 2022. “Sekitar 360.000 kubik air dapat ditampung di kolam retensi ini. Terutama saat cuaca ekstrem, curah hujan tinggi. Untuk itu, kami secara komprehensif menyelsaikan masalah banjir ini,” tegasnya.(kbs/red)



