- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Aliansi Pemuda Desak Oknum Legislatif di Senayan Minta Maaf secara Terbuka
LUBUKLINGGAU, SIMBUR – Pernyataan Angota Komisi I DPR RI Fraksi Partai PDI Perjuangan Effendi Simbolon soal “gerombolan” ketika rapat bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada 5 September 2022, diprotes Aliansi Pemuda Lubuklinggau. Dalam Rapat Komisi I Panglima TNI, Kasad Jenderal Dudung Abdurachman, kala itu Effendi memunculkan isu disharmoni di tubuh TNI. Salah satunya, disampaikan Effendi Simbolon. Effendi menyebut isu-isu terkait TNI yang diterimanya harus diluruskan. Effendi kemudian menyebut TNI seperti gerombolan.
Akibat pernyataan oknum anggota dewan tersebut, Aliansi Pemuda Lubuklinggau menggelar aksi damai di Simpang RCA Kota Lubuklinggau, Selasa (13/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi orasi dilanjutkan ke DPRD Kota Lubuklinggau.
Dalam orasi para pengunjuk rasa membela TNI. Mereka menganggap Efendi Simbolon dianggap berulah, merendahkan martabat TNI, dengan sebutan gerombolan seperi ormas. “Citra TNI sudah dikoyak-koyak. Sebagai pemuda sepantasnya turun tangan membela. TNI lahir dari rakyat,” kata salah satu peserta demo yang berorasi, di Simpang RCA Kota Lubuklinggau.
Para peserta aksi, mengecam keras pernyataan Effendi Simbolon, Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Mereka mendesak Effendi membuat pernyataan minta maaf secara terbuka. Juga mendesak Ketua DPR RI memecat Effendi Simbolon. “Sangat tidak layak seorang DPR menyampaikan isu liar, terhadap Panglima TNI dan Kasad,” kata peserta aksi lain.
Menurut mereka, TNI lahir dari rakyat, merupakan garda terdepan mempertahankan NKRI. Koordinator Aksi, Andi Lala mengatakan ada beberapa tuntutan Aliasi Pemuda Lubuklinggau. Diantaranya meminta anggota DPRD fraksi PDIP Kota Lubuklinggau untuk menyikapi, pernyataan Effendi Simbolon, selaku angota fraksi PDIP di DPR RI yang telah membuat kegaduhan. “Kemudian kami juga meminta DPRD Kota Lubuklinggau untuk menyampaikan Kepada DPRI Komisi 1. Permintaan maaf terbuka, karena telah menimbulkan persepsi liar di publik,” kata Andi Lala.
Selain itu, lanjutnya, tuntutan mereka kepada DPRD Kota Lubuklinggau agar merekomendasikan Effendi Simbolon segera mengundurkan diri anggota DPR RI. “Karena ucapan Effendi Simbolon ini dapat memecah belah TNI sebagai garda terdepan, dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (rel/smsi)



