- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Ketua PBNU Sebut Panglima TNI dan Kasad Semakin Solid
JAKARTA, SIMBUR – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menilai isu disharmoni hubungan antara Panglima TNI Jenderal Andika dan Kasad Jenderal Dudung tidak benar adanya. “Tidak prinsip, itu sudah clear, isu disharmoni Panglima Andika dan Kasad Dudung. Saya kira tidak akan mau melakukannya (presiden) ya. Beliau-beliau pemimpin, sudah jenderal, sudah tau apa yang harus dilakukan. Jadi tidak perlu presiden turun tangan,” ujar Gus Fahrur, Sabtu (10/9).
Diketahui, salah seorang anggota Komisi I DPR RI meminta Presiden Jokowi turun tangan menyikapi isu ketegangan hubungan antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung. Namun sebaliknya sebagian kalangan melihat justru saat ini seluruh matra di TNI solid. “Kami ini tidak semua komentar orang mesti balas ya. Saya kira presiden sudah tahu, mana yang harus dijawab mana yang tidak,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Fahrur menegaskan upaya adu domba dan provokasi kepada TNI tidak akan berhasil. Sebab, TNI sebagai organisasi sangat kuat, solid dan disiplin. ”Jadi saya kira tidak mudah untuk dipecah-pecah TNI. Kami berherap tidak ada untuk melakukan (adu domba) itu ya. TNI kuat menjaga persatuan,” tambah Gus Fahrur.
Gus Fahrur lantas berharap TNI semakin solid dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. Sebagai pelindung negara, kata Gus Fahrur, TNI sangat dicintai oleh rakyat Indonesia. “Makanya kami berharap TNI menjadi pengayom untuk negara ini. Kita dukung terus perbaikan untuk kemajuan TNI,” pungkasnya.(rel/smsi)



