- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Terbitkan Buku hingga Raih Gelar Doktor
# Berkisah Jualan Koran dan Kue demi Jadi Tentara
JAKARTA, SIMBUR – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman SE MM Abdurachman mengabadikan perjalanan hidup semasa kecil berjudul ‘Loper Koran Jadi Jenderal’, di Mabesad, Jakarta, Jumat (10/6). Buku ini berisi perjalanan hidupnya yang terjal dan penuh liku sejak kecil.
Jenderal Dudung mengatakan, dalam buku ini dia mengisahkan masa kecil. Mulai jadi tukang pengantar atau loper koran, hingga berhasil menjadi prajurit dan menjadi KSAD dengan jenderal bintang empat TNI AD. “Di sini pun disampaikan juga cerita yang sebenarnya bahwa sepeninggal orang tua, yaitu bapak saat umur 12 tahun. Kemudian keluarga ada delapan orang. Saya anak nomor enam,” kata Dudung.
Dia mengisahkan, ayahnya pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendah. “Sehingga setelah Bapak meninggal, kehidupan ekonomi keluarga memang sangat kekurangan,” kata Dudung Abdurachman.
Dia menambahkan, kondisi ekonomi keluarga yang saat itu serba kekurangan. Namun tidak menyurutkan semangat mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI AD. Bahkan, rela menjadi pengantar koran dan menjual klepon demi memenuhi kebutuhan keluarga sambil melanjutkan sekolah demi masuk Akademi Militer (Akmil). “Nah, yang memberikan pengalaman bahwa rupanya untuk mencapai keberhasilan itu tidak seperti membalikan telapak tangan. Artinya, perlu perjuangan, pengorbanan, dan semangat yang gigih,” ujarnya.
Lebih jauh Jenderal Dudung menjelaskan, di dalam buku berisi 316 halaman itu, orang nomor satu di lingkungan TNI AD itu juga menceritakan tentang pengalaman ketika berkarir di dunia militer. Di buku ini juga menceritakan bagaimana berkarier di militer. “Pemimpin harus memperhatikan anak buah, dan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Kemudian pengalaman mengambil keputusan. Seeperti bertugas di Timor Timur, ketika Gubernur Akmil, dan lain sebagainya,” katanya.
Dia pun berharap, buku biografi perjalanan hidupnya yang ditulis Imelda Bachtiar itu dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda. Dia mengatakan setiap orang harus memiliki keberanian dan semangat untuk mewujudkan cita-cita.
Buku ini pada intinya dia persembahkan kepada generasi muda khususnya para perwira di Akmil dan lulusan lain. Pesannya, untuk mencapai karir yang tinggi hingga puncak, tidak serta merta instan, tapi penuh perjuangan. “Sering saya katakan kalau ingin hasil yang maksimal bagaimana berimajinasi dan harus punya inovasi. Harus punya visi dan misi. Harus punya cita-cita dan harapan,” kata Dudung.
Resmi Sandang Gelar Doktor secara Cum Laude
Kasad Dudung dinyatakan lulus dan resmi sandang gelar doktor secara cum laude. Pernyataan resmi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, Rektor Universitas Trisakti yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Dewan Penguji, dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, Sabtu (11/6).
“Dengan mempertimbangkan prestasi, ketekunan, ketelitian dan kesungguhan serta semangat promovendus dalam menjalani proses pendidikan, maka dengan ini diputuskan Dudung Abdurachman dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. Kepadanya diberikan hak untuk menyandang gelar Doktor sesuai dengan hak dan kewajibannya serta kehormatan yang melekat pada gelar itu.” Demikian pernyataan Ketua Dewan Penguji yang langsung disambut dengan standing ovation oleh sekitar 220 orang undangan yang memenuhi ruangan Gelanggang Mahasiswa Universitas Trisakti.
Jenderal Dudung adalah doktor ke 574 dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti. Pada Sidang Terbuka tersebut, Jenderal Dudung yang sebelumnya telah meraih gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Management, mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Strategic Leadership Style dan Green Human Resource Management terhadap Management Performance Kodam Jaya yang dimediasi oleh Teamwork Management.
“Green Human berpengaruh positif terhadap Management Performance, karena membangun lingkungan yang kondusif tidak hanya dengan memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, tetapi juga kecintaan secara tulus kepada prajurit dan keluarganya,” papar Jenderal Dudung dihadapan Dewan Penguji.
Jenderal Dudung memaparkan disertasinya sesuai alokasi waktu yang ditentukan dan berhasil menjawab seluruh pertanyaan dari 9 orang Dewan Penguji dengan lancar dan meyakinkan, sehingga Dewan Penguji secara aklamasi menyepakati bahwa Jenderal Dudung lulus dengan predikat cum laude serta berhak menyandang gelar doktor.
Bahkan salah satu Dewan penguji Prof. Dr. Hj. Farida Jasfar, ME,Ph.D mengapresiasi Konsep penelitian yang dilakukan oleh Promovendus. “Saya apresiasi, ini konsep penelitian langka karena melibatkan langsung human resource,” ucapnya.
Sidang Terbuka yang diselenggarakan di Universitas Trisakti tersebut, selain dihadiri secara langsung oleh Jenderal TNI Purn Agum Gumelar, Wakasad, para pejabat utama TNI AD, akademisi, Guru Besar dan dosen Universitas Trisakti, serta undangan lainnya, juga diikuti secara daring oleh sekitar 2200 orang yang tersebar dalam 6 titik yaitu Kodiklatad, Taruna Akademi Militer, Siswa Seskoad, Siswa Secapa AD, Mahasiswa Poltekad dan Mahasiswa Unjani serta disiarkan melalui live streaming kanal youtube TNI AD.
Momen mengharukan terlihat saat Jenderal Dudung mendapatkan ucapan selamat secara langsung dari cucu dan putri-putri kesayangannya yang sedang mengikuti pendidikan di Amerika Serikat, sesaat setelah resmi menyandang gelar doctor. (red/smsi)



