- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Salat Idulfitri Tanda Kemenangan
PALEMBANG, SIMBUR – Masyarakat Kota Palembang memadati ruangan dan halaman Masjid Agung SMB I Jayo Wikromo Palembang untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5) pagi. Termasuk Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama keluarga.
Dalam sambutannya Gubernur menegaskan, suasana salat Id berjemaah tentu sangat dirindukan dan ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di Indonesia khususnya di Sumsel. Itu karena dua tahun sebelumnya dilakukan dengan sangat terbatas akibat pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah sepanjang perjalanan saya dari kediaman menuju ke masjid nampak keceriaan masyarakat. Dua tahun belakangan tidak menyelenggarakan salat Id akibat pandemi. Tahun ini tampak ada pemulihan baik kesehatan, silaturahmi dan ekonomi. Semoga ini tanda kebangkitan bagi kita,” katanya.
Di lebaran ini juga, lanjut dia, masyarakat sudah bisa pulang ke kampung halaman sehingga bisa bersilaturahmi dengan keluarga. “Suasana seperti ini sangat patut kita syukuri. Hal ini tidak lepas dari peran masyarakat itu sendiri yang telah melaksanakan vaksin dan prokes yang ketat,” ungkapnya.
Gubernur juga berpesan kepada seluruh masyarakat Sumsel untuk menjalin silaturahmi kepada keluarga , kerabat dan tetangga, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, lanjut Herman Deru pada 1 Syawal 1443 H seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat Id secara serentak. Hal ini satu pertanda bentuk kebersamaan dan kesatuan untuk tetap selalu memelihara ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyyah. “Selamat Idulfitri 1443 H untuk masyarakat Sumsel, mohon maaf lahir batin,” tutup Herman Deru.
Bertindak sebagai iman salat Id Ust. H.A Tarmizih Muhaimim, Al-Hafidz, Sementara katib Habib Muhammad Bin Taufiq Syahab dalam khotibahnya mengingatkan kembali umat muslim untuk tetap taat pasa perintah Allah, beramal saleh dan senantiasa mengikuti syariat Nabi Muhammad saw.
Sebelumnya, Gubernur memimpin langsung malam takbiran hari raya Idulfitri 1443 Hijriah. Bersama jamaah yang hadir Gubernur menggemakan lantunan takbir, tahmid dan tahlil, kemudian dilanjutkan pemukulan beduk sebagai tanda menyemarakkan penyambutan Idulfitri 1 Syawal 1443 H/2022 M. Lantunan takbir terus dikumandangkan Gubernur dan jemaah yang hadir di Griya Agung Minggu (1/5) malam.
“Bahwa kita adalah orang-orang yang tidak pernah lupa akan nikmat dari Allah swt. Banyak yang sedih ditinggal Ramadan. Ada pula yang menerima keberkahan. Dengan adanya kebijakan mudik ini berkah tersendiri mengalirnya sirkulasi ekonomi dari pusat ke pelosok daerah,” katanya.
Menurut Herman Deru banyak sekali saudara di kampung halaman, yang tentu tidak datang dengan kesuksesan di perantauan saja tapi membagikan berkah dari perantauan untuk di kampung halaman. “Kami fokus ke rasa syukur bukan hura-hura. Untuk itu, saya menyarankan agar takbir ini dilaksanakan di musala masjid tanpa pawai keliling,” tambahnya.
Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada forum ulama dan umaraq dan para pengasuh ponpes yang ikut menjadi tauladan bagi umat. “Insya Allah ini akan disyiarkan ke seluruh pelosok, kita bersyukur tahun ini kita merayakan Idulfitri ini serempak tanpa perbedaan, salat Id adalah tanda kemenangan,” pungkasnya.(kbs/red)



