- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
- Kerja Sama BKN dan Microsoft Indonesia, Latih 145 Ribu ASN Hadapi Era AI
- SMSI Petakan Pengaruh Politik Global dan Masa Depan Pers Nasional
- Kemendagri Perkuat Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan
- Lindungi Profesi Humas dengan Sertifikasi, Sinergi Gerakan Indonesia Bicara Baik dan Program Public Service Obligation
Erupsi Melemah dan Potensi Tsunami Menurun, Arus Mudik-Balik Lebaran di Merak-Bakauheni Relatif Aman
Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto SSos MM mengatakan, secara visual tidak terlihat hal-hal yang mengkhawatirkan dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Status aktivitas Gunung Anak Krakatau memang di level tiga yaitu siaga. Meskipun secara visual tidak ada yang mengkhawatirkan tapi kami tetap berpegang atau berpedoman pada aturan jika gunung berapi berstatus level tiga yaitu siaga. Sebagaimana Peraturan Menteri ESDM No 15/2011,” jelasnya.
Lanjut Suharyanto, ancaman erupsi bisa meluas tapi tidak mengancam pemukiman penduduk. Karena itu, dia meminta masyarakat agar menaati penetapan wilayah-wilayah yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Anak Krakatau. KRB 1 dengan radius 7 kilometer dari puncak gunung, KRB 2 dengan radius 5 kilometer dari puncak gunung dan KRB 3 dengan radius 2 kilometer.



