- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
- Kerja Sama BKN dan Microsoft Indonesia, Latih 145 Ribu ASN Hadapi Era AI
- SMSI Petakan Pengaruh Politik Global dan Masa Depan Pers Nasional
- Kemendagri Perkuat Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan
- Lindungi Profesi Humas dengan Sertifikasi, Sinergi Gerakan Indonesia Bicara Baik dan Program Public Service Obligation
Erupsi Melemah dan Potensi Tsunami Menurun, Arus Mudik-Balik Lebaran di Merak-Bakauheni Relatif Aman
Senada diungkap Hendra Gunawan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Menurut dia, pihaknya masih melihat asap setinggi 25 meter dari lokasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Pos Pantau dan Pengamatan Gunung Anak Krakatau melaporkan ada asap setinggi 25 meter dari puncak gunung tersebut.
“Dari peninjauan langsung tadi asap ini melampaui tinggi Gunung Anak Krakatau yang lama yakni 150 meter. Setelah kami amati, asap berasal dari tubuh Gunung Anak Krakatau yang baru,” ujar Hendra Gunawan.
Dilaporkan juga dari pos pengamatan, tambah dia, ada api bias yang tinggi sinar apinya 25 meter. “Kalau malam hari kadang-kadang sinar api masih teramati. Artinya, lubang tempat keluar asap itu masih panas,” tegasnya.
PVMBG menyimpulkan data dan hasil pengamatan di lapangan cukup relevan. Meski demikian, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Data yang terekap sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan. Masyarakat tetap diimbau update dari situs resmi pemerintah untuk menghindari hoaks,” tegasnya.



