- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Dukung Finansial Ribuan Pesantren, Beri Penghargaan Ratusan Brand Halal
JAKARTA, SIMBUR – Sebanyak 36.600 pesantren yang ada di Indonesia butuh dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan kemandirian finansial. Hal itu diungkap Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas saat rilis Corporate Shadaqah pada Islamic Entrepreneurial Marketing Festival 2022 yang digelar MarkPlus Islamic.
“Sejak dilantik sebagai Menteri Agama, kami berharap 5.000 pondok pesantren mampu menjadi model penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Saya mendorong BUMN dan swasta untuk mengangkat kemandirian ekonomi pesantren. Kalau bisa konsisten, akan mampu menjadi penggerak ekonomi nasional seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo. Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi IEMF dan Islamic Entrepreneurial Marketing Certification,” ujar Menag Yaqut belum lama ini.
Yaqut menilai peran MarkPlus Islamic sebagai konsultan yang menguasai entrepreneurial marketing merupakan buah dukungan yang esensial. Tujuannya agar potensi pondok pesantren di Indonesia tak hanya pesat dalam sektor keagamaan, tapi juga dalam pengembangan umat. Perpres No 82/2021 tentang Dana Abadi Pesantren menjadi babak baru rekognisi negara terhadap dunia pesantren.
Taufik, CEO MarkPlus Islamic berharap korporasi mampu memberi dukungan melalui program Corporate Shadaqah untuk mengatasi keterbatasan biaya. “Pesantren butuh dukungan untuk membiayai kegiatan entrepreneurial, termasuk dalam mengikuti pelatihan juga membutuhkan biaya. Karena itu kami mengajak perusahaan untuk mendukung program Islamic Entrepreneurial Marketing Certification untuk santri melalui Corporate
Shadaqah,” tanggap Taufik.
Herry Aslam Wahid, Direktur Eksekutif MES menambahkan, berhubungan dengan visi MarkPlus Islamic, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam Global Islamic Economy. Sayangnya, industri keuangan syariah seperti bus yang sarat penumpang. “Perlu diciptakan pengusaha-pengusaha dari pesantren. Peluang pasar ekonomi syariah global memiliki potensi yang sangat besar. Di tahun 2022 sektor food and beverage sangat besar. Pada 2025, akan tumbuh lebih besar,” ujarnya.
Dalam gelaran Islamic Entrepreneurial Marketing Festival 2022 oleh MarkPlus Islamic telah diulas berbagai wawasan menarik seputar entrepreneurial marketing. Dalam kegiatan tersebut juga diwarnai pemberian penghargaan bagi para brand bertajuk ‘Indonesia WOW Halal Champion’. Penerima FAST Award adalah Ustadz Adi Hidayat, Voice of Baceprot, dan Aksi Cepat Tanggap.
Selain WOW Halal Champion dan FAST Award, pada IEMF 2022 juga terdapat penganugerahaan WOW Influencer yang diberikan kepada influencer yang telah menyebarkan nilai-nilai islami melalui jejaring sosial. Terakhir adalah Islamic Entrepreneurial Marketing Awards yang diberikan kepada institusi dalam melakukan terobosan dan inovasi dalam menerapkan entrepreneurial marketing berbasis nilai-nilai keislaman ke dalam aktivitas sehari-hari. Terdapat tiga kategori penerima, yaitu universitas, sekolah, dan bank. Rencananya, IEMF akan kembali diadakan pada 2023 oleh MarkPlus Islamic dengan tema Fastabiqul Khairat Marketing, Ramadan and beyond.(kbs/rel)



