- Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
Kota Medan Dikepung Banjir, 394 Warga Bertahan di Rumah
JAKARTA, SIMBUR – Warga terdampak banjir di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, memilih bertahan di rumah saat banjir. Kondisi saat ini, Sabtu (9/4), genangan di dua kelurahan menunjukkan penurunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan melaporkan dua wilayah di Kecamatan Medan Maimun terdampak banjir pada Jumat (8/4). Dua kelurahan itu yaitu Kelurahan Aur dan Sei Mati. Sebanyak 112 KK atau 394 warga di dua kelurahan tersebut terdampak banjir pada Jumat malam, sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kerugian tercatat 105 unit rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air 20 hingga 120 cm, saat banjir berlangsung. Banjir terjadi setelah hujan deras di kawasan hulu sehingga debit air Sungai Deli meluap,” ungkap Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Minggu (10/4).
Ketika peristiwa ini terjadi, lanjut Muhari, petugas BPBD melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada dan siaga. Pihaknya juga terus memonitor perkembangan cuaca dari BMKG sehingga antisipasi terhadap bahaya hidrometeorologi dapat dilakukan sejak dini. “Sejumlah peralatan telah disiagakan oleh petugas gabungan yang mendirikan pos komando di Gedung Dharma Wanita,” terangnya.(red)



