Proyek PLTU Rampung, Ratusan Pekerja Asing “Pulang Kampung”

PALEMBANG, SIMBUR – Operasi gabungan terhadap tenaga kerja asing (TKA) dilakukan Kantor Imigrasi kelas 2 Muara Enim bersama tim pengawasan orang asing atau Tim Pora Kabupaten Muara Enim, Kamis (17/3) pukul 09.00 WIB. Di PLTU 8, Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim.

Kepala Kantor Imigrasi Muara Enim Kanwil Kemenkumham Sumsel Made Nur Hepi Juniartha didampingi Kadis Ketenagakerjaan Muara Enim Siti Herawati, Kasat Intelkam Polres Muara Enim diwakili Ipda Sutrisnak, Kasi Intel Kejari Muara Enim diwakili Muhaimin menegaskan, dari hasil operasi diketahui sebanyak 200 tenaga kerja asing (TKA) akan kembali ke negara asalnya, karenakan pengerjaan proyek sudah sekitar 95 persen.

“Tim pengawasan orang asing bertemu dengan Mr Liu Zheng selaku management PT Engineeering Procurement Construction (EPC) dan Jaya dari PT Huadian Bukit Asam Power EPC, yang kemudian melaksanakan diskusi, pemeriksaan. Jumlah tenaga kerja asing pada proyek PLTU Sumsel 8 berjumlah 400 orang. Sebanyak 200 orang akan dipulangkan kembali ke negara asalnya,” jelasnya kepada Simbur.

Kata dia, tercatat 60 orang telah berada di Jakarta dalam rangka menunggu kepulangan.. “Sebanyak 140 orang TKA yang ada masih berada di Proyek PLTU Sumsel 8 dalam rangka menunggu tiket kepulangan dan transfer knowledge ke pekerja lokal,” terang Made Nur seraya menambahkan, tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian, seluruh TKA yang ada di proyek PLTU Sumsel 8 memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap dan sah.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumsel Herdaus menambahkan, operasi gabungan pengawasan TKA secara humanis dan bersifat konstruktif.

Siti Herawati selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan Muara Enim menegaskan, dalam rekrutmen tenaga kerja diharapkan dapat disesuaikan dengan peraturan berlaku. Perlu penunjukkan tenaga lokal sebagai tenaga pendamping.

“Kami mendorong perusahaan agar dalam penggunaan tenaga kerja dengan izin wilayah kerja dalam satu Kabupaten Muara Enim agar dapat berkontribusi dalam pendapat asli daerah. Diharapkan proyek pembangunan PLTU Sumsel dapat memanfaatkan tenaga kerja yang telah dilatih oleh Disnaker Muara Enim seperti tenaga translator,” ungkapnya. (nrd)