- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Tingkatkan Kepercayaan Publik, Lindungi dan Layani Masyarakat
PALEMBANG, SIMBUR – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Anwar Reksowidjojo SIk, Senin (17/1) sekitar pukul 07.30 WIB, memimpin upacara di halaman Mapolda Sumsel. Dikatakan Anwar, Polda Sumsel berkomitmen bakal meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri.
“Peningkatan kepercayaan masyarakat kepada Polri itu, dengan memberikan perlindungan dan pelayanan. Sebagaimana instruksi Kapolri Jenderal Listiyo Sigit, tingkat kepercayaan publik menurun tanggal 2 Desember 2021 kemarin,” ungkapnya.
Kepercayaan publik terhadap kinerja Polri, baik di Polda Sumsel maupun secara nasional menurun. Padahal tingkat kepercayaan sempat naik 86 persen, lalu turun jadi 74,1 persen pada Desember 2021. “Turunnya tingkat kepercayaan publik ini, karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian, tidak hanya di Polda Sumsel tapi juga secara nasional. Maka dengan melakukan ungkap kasus, harapannya di tahun 2022 ini, tingkat kepercayaan bertambah,” harap Anwar.
Perwira dengan tiga melati ini menegaskan, untuk tahun ini, untuk angka pelanggaran anggota harus menurun, sehingga bakal mampu meningkatkan kepercayaan kembali. “Dampak positif harus dirasakan masyarakat, sampai pemikiran masyarakat akan berubah. Bahwa kasus-kasus 3C atau curas, curat dan curanmor di tahun ini akan terus ditekan. Dari pencegahan hingga pengungkapan,” tukas Dirreskrimum.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam video conference atau Vicon menggelar hasil analisa dan evaluasi kepada seluruh jajaran di Mabes Polri di Jaksel. Sigit memberikan arahan untuk menjadi institusi Korps Bhayangkara kedepannya semakin dicintai dan diharapkan masyarakat.
Melalui analisis dan evaluasi ini, seluruh personel kepolisian dapat menyiapkan program serta melakukan perbaikan yang lebih baik di tahun 2022. Jenderal bintang empat ini, menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menatap dan menghadapi tahun 2022 dengan terus melakukan perbaikan pelayanan publik.
“Semangat perubahan itu sebagaimana dengan transformasi Polri yang Presisi. Terkait dengan posisi Polri di mata masyarakat, tingkat kepercayaan dan kepuasan. Dinamika yang ada, kapan kepuasan, kepercayaan publik meningkat dan kapan kepercayaan publik itu turun,” timbangnya.
Eks Kabareskrim Mabes Polri ini menegaskan, untuk menjaga kepercayaan publik, maka menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau pelanggaran. Personel kepolisian menjadi sosok yang memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Polisi juga harus mampu menyelesaikan masalah di lapangan, menjadi problem solver, menegakan hukum dengan tegas dan humanis, serta menjadi representasi kehadiran negara di kala masyarakat membutuhkan kehadiran Polri. Polri harus hadir dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan adanya nilai keadilan. Harus terus ditingkatkan, khususnya responsif terhadap apa yang menjadi kemauan masyarakat,” harap Kapolri.
Untuk seluruh personel kepolisian terutama di level pimpinan, untuk tidak enggan dan sungkan menemui masyarakat secara langsung dengan siapapun dia tanpa memandang status sosial ataupun jabatannya. “Karna kegiatan temu warga merupakan upaya jemput bola, sekaligus langkah proaktif Polri untuk menghilangkan sumbatan komunikasi dan bisa memperkuat hubungan antara polisi dan warga. Tak hanya itu, hal tersebut juga menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat yang hopeless, frustasi dan berpersepsi negatif ke kepolisian,” bebernya.
“Dalam hal pembinaan dan perbaikan terus kita lakukan untuk meningkatkan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Karena Polri betul-betul bisa hadir melaksanakan tugas pokok secara profesional. Kita tidak anti kritik dan perbaiki koreksi-koreksi yang diberikan masyarakat,” tegasnya.
Polri juga harus melakukan kesiapan dan antisipasi sejak dini terkait dengan agenda event nasional. Proses perjalanan event tersebut, ini pertaruhan Indonesia di mata dunia dan kewajiban Polri dari sisi menjaga kamtibmas dapat berjalan dengan baik. “Potret dan warna yang disampaikan masyarakat bagaimana menyukai polisi dan tidak menyukai polisi. Kurangi hal-hal yang mengurangi kepercayaan Polri. Kita harus jaga 400 ribu lebih anggota dan institusi,” tukas Jenderal Polisi Listiyo Sigit. (nrd)



