Kriminalitas di Sumsel Meningkat, Polisi Selesaikan 4.644 dari 5.304 Laporan

PALEMBANG, SIMBUR – Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto SH MH dalam laporan analisis dan evaluasi sepanjang tahun 2021 mengatakan, tindak kriminalitas di Sumsel sepanjang tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat sepanjang tahun 2021, total 5.304 laporan yang masuk, sedangkan yang berhasil diselesaikan 4.644 laporan polisi. “Dibandingkan tahun sebelumnya pada 2020 laporan warga mencapai 5.217 dan yang berhasil diselesaikan ada sekitar 3.264 kasus di ungkap. Tahun 2021 ini, beberapa kasus meningkat dari curanmor, penganiayaan berat atau anirat, penipuan, narkotika, pencurian biasa, judi dan pemerkosaan,” tegasnya Kamis (30/12/21) lalu.

Terdata kasus curas tahun 2020 sebanyak 443 kasus tuntas 397, tahun 2021 turun 419 kasus tuntas 372 kasus. Lalu judi tahun 2020 sebanyak 67 kasus yang tuntas 59 kasus, di tahun 2021 naik 104 kasus tuntas 87 kasus. Pembunuhan tahun 2020 47 kasus yang tuntas 38 perkara, lalu tahun 2021 turun 38 perkara dan tuntas 35 perkara pembunuhan.

Kasus penipuan tahun 2020 sebanyak 81 kasus tuntas 34 kasus, tahun 2021 naik 645 kasus dan yang tuntas 356 perkara penipuan. Penggelapan tahun 2020 sebanyak 653 kasus tuntas 394 kasus, tahun 2021 turun 646 kasus dan tuntas 497 kasus penggelapan. Pencurian biasa tahun 2020 hanya 33 kasus tuntas 6 kasus, tahun 2021 naik 551 kasus dengan tuntas 407 kasus pencurian.

Jenderal bintang dua ini meneruskan, dengan pergerakan tingkat kriminalitas yang sebagian naik, maka menginstruksikan Polrestabes dan Polres jajaran untuk merespons cepat laporan masyarakat dengan melakukan pengungkapan kasus. Agar tingkat kriminalitas, terutama kejahatan menonjol dapat berkurang ditekan.

“Untuk menekan kriminalitas di wilayah Sumsel, diantaranya dengan cara merespon cepat laporan warga. Supaya kejahatan di Sumsel tertekan, harapannya masyarakat tidak waswas lagi berpergian ke luar rumah, kamtibmas harus terjaga,” ungkapnya.

Kapolda juga mengatakan, jumlah hotspot di wilayah Sumsel di tahun ini mengalami penurunan, mencapai 851 titik hotspot. Sedangkan ditahun 2020 lalu jumlah hotspot mencapai 4.514. Dengan jumlah lahan yang terbakar di tahun ini ada sekitar 240,261 Ha. Sedangkan tahun lalu ada 946,33 Ha. “Dari data pencapaian ini, kami akan melakukan evaluasi, sehingga di tahun 2022 mendatang akan mampu menekan beberapa kasus menonjol,” tukas Toni. (nrd)