Luluskan 254 Wartawan Berkompeten, Jalin Sinergi dengan Pemerintah

PALEMBANG, SIMBUR – Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (PWI Sumsel) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang ke-33. Kegiatan digelar di Beston Hotel Palembang, Rabu, (15/9) lalu.

Ketua PWI Sumsel, H Firdaus Komar mengatakan,  UKW ini diikuti 18 peserta  meliputi  wartawan media cetak, elektronik dan online. Dalam hal ini PWI menjadi penguji sedikitnya 254 wartawan di Sumsel yang telah lulus UKW.

“UKW ke-33 kali ini diikuti oleh 18 wartawan yang tergabung dalam media cetak, elektronik, dan online. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya PWI menjadi dewan  penguji, di Sumsel ini ada 254 Wartawan yang telah dinyatakan lulus UKW oleh PWI,” ujar Firdaus.

UKW kali ini, lanjut dia, mengambil tema “Dengan Uji Kompetensi Mewujudkan Wartawan Beretika, Profesional, dan Berwawasan”. Firdaus mengungkapkan, sejak UKW diadakan dari tahun 2010, PWI sepakat untuk berperan menjadikan wartawan yang berkompeten dan didasari oleh kode etik Jurnalistik. Di samping itu, menjalin sinergi dengan pemerintahan.

“Jalannya acara ini juga tidak lain tidak bukat turut sertanya SKK Migas Sumsel yang berkomitmen menjadikan wartawan di Sumsel beretika, profesional, dan berwawasan. Kami juga akan selalu membangun sinergi dengan pemerintahan,” ucapnya.

Firdaus juga mengungkapkan rasa bangganya kepada Gubernur Sumatera Selatan yang selalu peduli terhadap Insan Pers di Sumsel. “Dalam hal ini juga saya selaku Ketua PWI sumsel sangat bangga kepada Gubernur Sumsel, H Herman Deru atas komitmen beliau membantu memajukan pers di Sumsel. Pak Gub sendiri orang yang peduli pers,” puji Firdaus.

Di tempat yang sama, Gubernur Herman Deru berpesan agar para wartawan yang telah lulus uji kompetensi nantinya dapat menjadi wartawan yang berintegritas.  Selain itu, Gubernur juga mengharapkan agar wartawan dapat menjadi menjadi garda terdepan mengenai pertahanan lingkungan guna menginformasikan sebab, akibat, dan dampaknya.

Herman Deru juga meminta insan pers mampu mensosialisasikan undang-undang dan segala produk hukum yang berkaitan dengan lingkungan.  “Di UKW yang ke- 33 di Sumsel ini saya ingin ada tema, wartawan mampu menjadi garda terdepan untuk pertahanan lingkungan. Minimal menginformasikan sebab, akibat dan dampaknya serta juga mensosialisasikan segala produk hukum yang berkenaan dengan lingkungan,” ujar Herman Deru.

Dirinya menilai, perlunya peran serta wartawan dalam mensosialisasikan hukum-hukum terkait lingkungan, melalui informasi yang dibuat dari profesi wartawan sehingga warga di pelosok desa pun   mengetahui segala bentuk pembangunan fisik, non fisik dan  kebijakan yang diambil pemerintah.

“Kami butuh peran serta wartawan dalam hal mensosialisasikan penegakan hukum yang menyangkut lingkungan. Karena penegakan hukum tanpa ada sosialisasi juga belum cukup.  Masyarakat yang berada di desa-desa butuh sekali penyebaran informasi tentang lingkungan dan sanksi-sanksinya,” ucapnya.

Dikatakan Herman Deru, marwah wartawan bukan sekadar menerima kartu lulus UKW. Menurutnya, wartawan harus mempunyai simbol dari ilmu yang didapat di lapangan.  “Marwah wartawan itu tidak cukup dengan mempunyai kartu lulus UKW. Karena itu, wartawan harus mempunyai simbol melalui ilmu yang didapat di lapangan dengan Kode Etik Jurnalistik tentunya. Diantaranya juga dapat memahami adat budaya dan kearifan lokal, serta pemahaman tentang apa yang disebarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Herman Deru juga, berpesan kepada seluruh peserta UKW untuk menjadi wartawan yang berintegritas dan mempunyai identitas serta mempunyai pemahaman terhadap agama, suku, dan budaya.

“Saya berpesan, jadilah diri sendiri jangan menjadi orang lain. Jadilah wartawan yang mempunyai integritas, beridentidas serta mempunyai pemahaman terhadap agama, suku, budaya,” imbuhnya.

Di ujung sambutannya Herman Deru kembali menegaskan bahwa Wartawan dapat membantu program yang sedang digencarkan dimana program tersebut adalah untuk “Mencintai Lingkungan”. Dirinya menjelaskan dibuatnya program ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakaat tidak berbuat ilegal terhadap lingkungan.

“Belakangan ini juga saya dengungkan program cinta lingkungan. Program ini dibuat untuk pemahaman kepada masyarakat agar tidak bertindak ilegal terhadap lingkungan untuk itu, sama-sama memberitahu masyarakat melalui wartawan sekalian,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Maherawan mengatakan, UKW ini digelar untuk meningkatkan kapasitas wartawan dalam membantu program pemerintah setempat. “UKW ini juga digelar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wartawan yang berkompeten yang sudah lulus UKW dalam membantu program pemerintah setempat,” kata Anggono.

Dirinya juga mengatakan, melalui UKW ini dapat menjalin sinergisitas antara wartawan dan SKK Migas. “Kami juga berharap dengan digelarnya UKW ini, wartawan dapat menjalin sinergisitas dengan SKK Migas Sumsel,” tutupnya.

Turut hadir juga dalam acara tersebut,  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Diwakili Bidang Advokasi Perstuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H Ocktap Riady SH, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan.(kbs)