- Bertambah Jadi 53 Korban Tewas, 137 Orang Terluka, dan 5.488 Warga Dievakuasi akibat Gempa NTT
- Renungan Suci, Kenang Jasa Pahlawan
- Panjat Pinang hingga Jalan Santai Warnai Hari Kemerdekaan
- Instruksi Keluarkan Darurat Gempa NTT agar Anggaran dan Bantuan Dapat Disalurkan
- Terdata 47 Warga Tewas akibat Gempa NTT
Ada Aduan, Langsung Tindakan
PALEMBANG, SIMBUR – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan pengecekan beberapa Posko PPKM Mikro di beberapa kelurahan. Salah satunya Posko PPKM Mikro Kelurahan 29 Ilir Palembang, Kamis (8/7).
Disampaikan Fitri, hingga saat ini Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan Posko PPKM Mikro di 107 kelurahan dan 18 kecamatan. “Ini juga sesuai dari instruksi Mendagri. Harus sudah mendirikan Posko PPKM Mikro,” kata Fitri.
Wawako juga menjelaskan, Posko PPKM Mikro itu sendiri memiliki tugas pokok untuk menerima informasi dari warga masyarakat dan berkoordinasi dengan puskesmas. “Kalau memang ada aduan dari masyarakat, maka langsung melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya pencegahan. Posko ini intinya untuk memberikan informasi dan edukasi, begitu juga sosialisasi kepada masyarakat tetapi juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Fitri juga menjelaskan, saat ini juga sudah diturunkan surat edaran dari Walikota Palembang yang menjelaskan terkait langka Pemkot Palembang ke depan. Khususnya dalam PPKM Mikro. “Paling tidak selama pemberlakuan PPKM Mikro ini. Untuk penjelaskan lebih rinci mungkin bisa dilihat di instruksi Walikota,” jelasnya.
Masih kata Fitri, terdapat hal-hal yang cukup penting mengenai pemberlakuan itu sendiri, terutama dalam jadwal aktivitas mal ataupun pusat keramaian lainnya yang dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. “Tetapi, untuk rumah makan yang sifatnya sudah menyediakan layanan antar atau take way itu bisa 24 Jam,” tungkasnya. (kbs/rel)



