Kembalikan Lagi Uang Negara Rp600 Juta

PALEMBANG, SIMBUR – Kontraktor berinisial SN dari PT GSN sepekan sebelumnya telah mengembalikan kerugian negara Rp2 miliar. Dalam perkara tersangka SN dugaan korupsi jalan cor di Pelabuhan Dalam, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir, dengan nilai Rp3,299 miliar.  Rabu (5/5) sekitar pukul 14.30 WIB, dia kembali menyerahkan uang Rp600 juta ke Kejati Sumsel. Tersangka SN menyerahkannya melalui kuasa hukumnya Firli Data SH.

Kasipenkum Kejati Sumsel Haidirman SH MH mengatakan, sebelumnya pihak kontraktor atau tersangka SN telah mengembalikan kerugian negara Rp2 miliar, dari total kerugian negara Rp3,299 miliar, tinggal sisa Rp 1,299 miliar. Hari ini mengembalikan lagi Rp600 juta.

“Proses hukum tetap berjalan. Nanti kami limpahkan ke pengadilan. Pengembalian kerugian negara tidak memengaruhi hukuman pidananya. Nanti fakta persidangan yang menentukan. Kami menyambut baik niat tersangka, dalam hal ini mengembalikan kerugian negara,” ungkapnya kepada Simbur.

“Uang Rp600 juta ini kami sita sebagai barang bukti, untuk persidangan di pengadilan tipikor nanti. Tersangka SN dalam pelaksanaan kerja adalah kontraktor, dalam proyeknya sudah dibayar full, otomatis hasil penyelidikan dibayarkan pada pelaksanakan. Sementara pengembalian kerugian negara adalah pihak pelaksana,” timbang Haidirman.

Firli Data menegaskan ini kali keduanya kliennya  mengembalikan kerugian negara dalam perkara proyek jalan cor di Pelabuhan Dalam, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir.  “Kemarin Rp2 miliar sudah kami kembalikan. Hari ini kami kembalikan lagi Rp600 juta, dalam waktu dekat kita upayakan sisanya. Dengan total Rp3,299 miliar,” singkatnya.

Diwartakan Simbur sebelumnya, penyerahan uang dari pihak tersangka yang ditimbulkan dalam pengadaan jalan cor di Indralaya, Ogan Ilir, tahun anggaran 2017. Penyidik sudah mendapat data keseluruhan kerugian negara di BPKP Sumsel.

Pengembalian kerugian negara dilakukan inisiatif pihak tersangka. Untuk bisa menjadi bahan bukti di pengadilan nantinya. Selanjutnya kita titipkan di Bank BRI cabang Jalan Rivai.

Perkaranya saat ini masih tahap 1, dalam hal ini telah dilakukan penuntutan oleh jaksa peneliti. Nantinya dalam waktu singkat ada perkembangan lain, kita harapkan sudah lebaran bisa kita tuntaskan. Kemudian dilimpahkan ke pengadilan tipikor Palembang.

Kejati juga masih fokus penyelesaian di BPK dan pihak swasta rekanannya. Yang melakukan pengadaan pihak PT GSA tersangka SN dan sudah ditahan 2 pekan lebih lalu di Rutan Pakjo. “Modusnya, ada perbedaan spek yang mengakibatkan kerugian negara Rp3,299 miliar, itu dugaan kami nanti kita buktikan di pengadilan. Kita melihat sesuai fakta penyelidikan,” kata Asipidsus Kejati Victor Antonius SH MH. (nrd)

Share This: