Infus Keluar Darah, Perawat Dianiaya Keluarga Pasien

PALEMBANG, SIMBUR – Perbuatan penganiayaan tersangka Jason Tjakrawinata atau JT (38) terhadap korban perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang yakni Christina Ramauli S (28), warga Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, akhirnya berujung pada penahanan pelaku Jason oleh Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Palembang.

Unit Pidum dipimpin AKP Robreth Pardamean SH meringkus tersangka Jason ketika berada di kediamannya di Kayuagung, OKI, Jumat (16/4/21) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira SIk didampingi Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi SIk mengatakan penganiayaan tersangka ini dipicu emosi menyaksikan tangan anaknya terluka.

“Motifnya tersangka ini emosi, sudah empat hari menjaga anaknya di rumah sakit. Kemudian mencuat saat melihat anaknya terluka dan berdarah, usai dicabut infusnya,” kata Irvan Sabtu (17/4/21) pagi.

Jason sendiri dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang ancamannya 2,8 tahun serta pengerusakan.

Tersangka keseharianya pengusaha sparepart kendaraan di Kayuagung ini, saat emosinya memuncak itu, kondisinya tengah lelah akibat bekerja, dan bolak-balik untuk menjenguk dan menunggu anaknya di rumah sakit.

“Sudah empat hari anak saya di rawat, ditambah lelah dan kesal waktu lihat tangan anak saya berdarah karena infus dilepas jadi emosi.  Kepada semua pihak yang ada pada korban dan siloam, saya mengakui sudah melakukan tindakan yang tidak benar. Dikarenakan saya sudah kelelahan,” ungkap Jason, saat di Polrestabes Palembang, Sabtu (17/4/21).

Perkara penganiaayaan tersebut terjadi Kamis (15/4/21) sekitar pukul 13.40 WIB. Terjadi di ruang IPD 5, kamar 6020 RS Siloam Sriwijaya, di Jalan POM IX, Kelurahan Lorok-Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I. Dilaporkan sorenya sekitar pukul 16.50 WIB.

Siang itu awalnya pelaku Jason meminta korban Christina menemui pelaku. Korban pun datang namun tidak sendirian, dengan mengajak rekan perawat lainnya. Pelaku kemudian menyuruh rekan korban untuk keluar meninggalkan korban sendirian di kamar, tetapi menolak.

Pelaku kemudian bertanya, bagaimana cara korban melepas infus di tangan anaknya saat itu. Baru saja mau menjawab, pelaku langsung memukul wajah korban dengan tangan. Melihat kejadian itu, kedua rekan korban dengan cepat menolong, pelaku kembali memukul korban sambil menjambak rambut korban, sampai menendang perut korban. Saksi pun berusaha mengeluarkan korban, hingga terjadi saling tarik tarikan.

Seorang anggota yang tengah menunggu pasien melihat kejadian itu berusaha melerai, tetapi oleh pelaku malah di bentak. Korban sendiri dibawa ke ruangan emergency untuk dirawat, akibat kejadian itu korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir dan di bagian perut, hingga melaporkan perkaranya ke Polrestabes Palembang. (nrd)