- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Berjuta Selawat untuk Mencegah Karhutla
PALEMBANG, SIMBUR – Doa bersama dan berjuta selawat digelar Sabtu (10/4/21) pagi di Pesantren Aulia Cendikia, di Jalan AMD, RT 12/13, Kelurahan Talang Jambe, Sukarame. Kegiatan religi berjuta salawat ini, sebagai upaya mencegah Karhutlah di Sumsel.
Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIp Sos selaku Danrem 044/Gapo hadir dalam kegiatan ini. Hadir pula H. Herman Deru SH selaku Gubernur Sumsel; lalu KH Hendra Zainudin M PdI, Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia; AKBP Munaspin dari Polda Sumsel; Suharsono dari PT Sinarmas; Forkominda Palembang; Toga Tomas Palembang, Santri dan Santriwati Ponpes Aulia Cendikia.
KH Hendra Zainuddin MPdi selaku pimpinan Ponpes Aulia Cendikia menghaturkan syukur atas kunjungan Herman Deru, untuk kali ketiganya ke Ponsel Aulia Cendikia. “Ini ketiga kalinya Gubernur Sumsel Herman Deru datang ke ponpes, dan kami bangga Pesantren Aulia Cendekia diajak untuk berpartisipasi dalam penanggulangan Karhutlah ini,” ungkapnya.
“Peranan kami disini dalam penanggulangan Karhutlah, dengan bertugas berdoa dan selawat setiap hari meminta kepada Allah Swt, agar tidak terjadi Karhutlah yang merugikan di Sumsel. Maka tugas ini kami berikan nama “Berjuta Selawat” sebagai iktiar mencegah kebakaran hutan dan lahan di Sumsel,” timpal Hendra.
Deru sendiri mengatakan, bahwa karhutlah hampir setiap tahun terjadi di wilayah Sumsel, ini disebabkan oleh masuknya musim kemarau dan juga petani yang membuka lahan.
“Semua cara dan upaya kita lakukan, untuk mencegah dan mengatasi Karhutlah. Yang terpenting dengan ikhtiar dan doa untuk mencegah karhutlah, karena Allah Swt berjanji mintalah kepada Allah Swt maka akan kuberi, oleh karena itu kita harus berdoa dan ikhtiar,” harapnya.
Deru menegaskan, dengan kekuatan ikhtiar dan doa, dari santri dan santriwati doanya akan di ijabah Allah Swt. “Dengan tujuan, doa masyarakat yang dulu membakar hutan untuk membuka lahan bercocok tanam berubah, menjadi mincintai alam dan berharap keberkahan dari Allah Swt. Untuk menurunkan hujan, agar dapat mengimbangi kelembapan lahan,” terangnya.
“Upaya ini luar biasa, saya atas nama pribadi dan Pemprov Sumsel mengucapkan terima kasih yang setingginya kepada KH Hendra Zainudin yang mempunyai gagasan bagus ini. Semoga doa kita diijabah, iktiar kita dimudahkan, sehingga Sumatera Selatan dijauhkan dari Karhutla seperti tahun-tahun sebelumnya,” tukas Deru. (red/rel)



