- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Baru Indonesia Lakukan Vaksinasi Merata
PALEMBANG, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Palembang. Dalam kunkernya kali ini, Mendagri menghadiri vaksinasi nasional Kementerian Kesehatan dan Grab yang berlangsung di Dinning Hall Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (31/3).
Mendagri menyampaikan terima kasihnya atas sambutan Gubernur Sumsel Herman Deru beserta jajaran. “Saya hadir di sini bersamaan dengan diadakannya vaksinasi di Kota Palembang serta mewakili dari pemerintah pusat,” ungkap Tito.
Hal serupa, lanjut Tito, juga telah diadakan di beberapa kota dan daerah di Indonesia sebagai tindak lanjut dari program vaksinasi merata di seluruh wilayah RI. “Hal ini juga merupakan kewajiban dari pemerintah dengan kebijakan – kebijakan. Baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten dan daerah dalam penanganan penyebaran virus Covid-19, khususnya di Negara RI,” ujarnya.
Lebih lanjut Tito mengatakan, begitu juga bila selama ini masyarakat berkesan bahwa pemberian vaksinasi ini akan menjadi timbal balik negatif bagi seseorang, ini tidak sama sekali. “Malahan dengan pemberian vaksin ini akan diberi kekebalan yang tentunya melalui proses telah diarahkan. Kami patut bersyukur. Dari sebagian negara Asia, baru Indonesia yang mengadakan program vaksinasi Covid-19 ini,” jelasnya.
Tito menambahkan, penjabat negara termasuk menteri diperintah untuk memotivasi masyarakat daerahnya masing-masing. “Termasuk saya putra asli Sumatra Selatan,” kata Tito seraya menambahkan, “Jujur saya melihat ini (proses vaksinasi), sangat baik,” ungkapya.
Mendagri mengatakan, flow pelaksanaan vaksinasi yang digelar kali ini sangat terorganisir. Meskipun vaksinasi massal ini diikuti banyak peserta namun tidak terlihat sama sekali adanya kerumunan, penumpukan atau dorong-dorongan. Hal ini diakui Tito sangat berbeda dengan yang terjadi di beberapa daerah lain. Atas dasar itu pula Tito berharap apa yang dicontohkan Provinsi Sumsel ini bisa diikuti kab/kota di Sumsel lainnya yang juga akan menggelar vaksinasi.
“Jujur saya melihat flow-nya sangat beraturan dan sangat terorganisir. Kemudian keluar masuknya juga begitu teratur. Saya menemukan jawaban di sini interview dan mengisi form-nya dilakukan online, jadi screening-nya cepat,” tegas Tito.
Selama ini, kata Tito, proses interview keadaan calon yang akan divaksin memakan waktu lama begitu juga saat pengisian form registrasi sehingga keadaan menjadi cukup ramai. Dengan sistem pengisian di luar secara online ini diakuinya merupakan terobosan yang sangat tepat agar prokes tetap terjaga.
“Sekai lagi, flow-nya sangat bagus mulai screening sampai penyuntikan dan waktu observasi hingga selesai semuanya baik. Lokasinya juga memadai di Jakabaring dan ini bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia yang akan melaksanakan vaksinasi massal,” jelas Tito.
Dikatakan Tito mengenai target vaksinasi ini, pemerintah berharap paling lambat Desember 2021 mendatang sedikitnya 2/3 penduduk sudah memiliki antibodi.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH pun mengucapkan selamat datang kepada Mendagri dalam rangka vaksinasi bagi peserta Grab yang ada di kota Palembang. “Saya selaku Gubernur Sumsel mengucapkan terimakasih kepada peserta vaksinasi yang hadir,”ucapnya.
Gubernur mengatakan sangat bangga atas apresiasi yang diberikan mendagri pada penyelenggaraan vaksinasi kali ini. Menurutnya bukan kali ini saja Mendagri memberikan perhatian yang lebih pada Sumsel namun sudah sejak awal. “Kami sangat berterimakasih sekali karena sejak awal penyebaran Covid Bapak Mendagri selalu memonitor kami. Dan ini sangat membantu sekali,” ujarnya.
Menurut Gubernur, vaksin ini adalah ikhtiar paling pas dan mampu membuat semua lebih percaya diri untuk lepas dari belenggu Covid. Untungnya kata Herman Deru di Sumsel tingkat kesembuhan sangat tinggi mencapai 88,3 persen sehingga ditambah adanya vaksinasi kedepan aktivitas ekonomi dan sosial bisa perlahan berjalan seperti biasa tentunya tanpa meninggalkan prokes yang ketat.
Dalam kesempatan itu dia juga menjelaskan, dalam dua bulan terakhir tidak ada lagi kab/kota yang berada pada Zona Risiko Tinggi untuk penularan Covid 19 atau zona merah. Begitu juga untuk daerah dengan resiko penularan sedang (orange) yang terus berkurang.
Senada diungkap Wali Kota Palembang H. Harnojoyo. Menurut Wako, pihaknya sangat mendukung kehadiran Mendagri ke Palembang dan menerima masukan- masukan yang disampaikan dalam percepatan vaksinasi. “Insya Allah mudah-mudahan vaksinasi segera kami atasi,” ujarnya singkatnya.
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Gunadi mengatakan, untuk di Sumsel vaksinasi ini akan dilakukan kepada 4.600 penerima vaksin selama tiga hari kepada lansia dan pelayan publik. Per harinya sebanyak 1.300 orang divaksin di Palembang. “Untuk lansia kami sediakan screening melalui online. Ini sebagai salah satu upaya menjaga prokes,” tutupnya.
Hadir dalam acara itu, Kepala Staf Korem (Kasrem) 044/Gapo Kolonel Inf Grandy Mangiwa, Kapolda Sumsel Irjen pol prof. Dr. Eko Indra Heri. S, MMKetua DPRD Prov Sumsel Hj Anita Noeringhati, SH MH, Kapolresta Palembang AKBPIrvan Prawira Satyaputra SIK MS.CPHR, dan Dirut PT JSC, Meina Fatriani.
Selanjutnya, Irdam Dam II/Swj BrigjenTNI Henra Hari Sutaryo, Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Grandy Mangiwa, Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumsel Dra Lesti Nuraini Apt MKes, Kepala Dinas Perhubungan Prov Sumsel Ari Hadinarsa, dan Pelaksana BPBD Prov Sumsel H. Iriansyah Ssos SKM Mkes.
Kemudian, Kasat Pol PP Sumsel H Aris Saputra SSos MSi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel Ahmad Rizwan SSTT MM, Karo Humas dan Protokol Rika Efianti SEMM, Karo Umum dan Perlengkapan Sandi Fahlepi SP MSi, serta TGUPP Bidang Pemerintahan, TGUPP Bidang Pemberdayaan Perempuan.(red/rel)



