- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Klaim Tertinggi Program Pencegahan Korupsi
PALEMBANG, SIMBUR – Rapat kerja progam pencegahan korupsi terintegrasi atau PPKT wilayah Sumsel, mengagendakan perkenalan susunan Tim Korsupgah baru dan pengenalan Indikator dan Sub indikator capaian tahun 2021.
Terdapat pengurangan beberapa indikator dan sub indikator. Adapun dari 8 area intervensi 37 indikator dan 103 sub indikator. Pada tahun 2020 terhadap 8 area intervensi, dengan 34 indikator dan 70 sub indikator saja.
Nana Mulyana sebagai Ketua Tim korsupgah KPK meminta Inspektur Kabupaten Musi Rawas selaku PIC, yang berhasil mengawal Pemkab Musi Rawas meraih capaian tertinggi di wilayah Sumsel, yakni peringkat ke 2 nasional, untuk menyampaikan succes story pengawalan capaian tersebut.
Rapat kerja berlangsung selama tiga hari, hari Senen 29-31 Maret 2021, di kantor Gubernur Sumsel Bina Praja Palembang. Alex Akbar sebagai Inspektur Kabupaten Musi Rawas mengatakan, kunci sukses mengawal target Renaksi PPKT adalah, komitmen kepala daerah beserta Kepala OPD, kemudian disusul dengan dukungan anggaran memadai.
“Terutama untuk APIP yang hendaknya mematuhi ketentuan Permendagri No 33 Tahun 2020. Karena APIP memegang peran penting terkait pelaksanaan pengawasan internal penyelenggaraan pemerintahan daerah, maupun monitoring pengawalan capaian target Renaksi PPKT khususnya,” jelas Alex. (red/rel)



