Bekali Potensi Sar Water Rescue di Danau Ranau

PALEMBANG, SIMBUR – Pelatihan Water Rescue atau pencarian dan pertolongan korban diperairan, diberikan Basarnas Palembang, kepada Potensi Sar di Kabupaten OKU Selatan.

Sebanyak 60 orang peserta terlibat dalam pelatihan, merupakan perangkat pemerintah desa. 30 orang dari OKUS, 10 orang dari OKU dan 20 orang lagi dari OKU Timur, Senin (22/3/21) pagi.

Pelatihan Potensi Sar ini sebagai bekal “Angkatan I dan angkatan II Potensi Sar, meningkatkan koordinasi guna mendukung keberhasilan operasi sar. Cepat, Tepat, dan Handal, sesuai dengan program Basarnas Reaksi Cepat. Pencarian dan Pertolongan menuju Basarnas Emas di Sumsel, khususnya OKUS dan sekitarnya tahun 2021”.

Wakil Bupati OKU Selatan Sholehien Abuasir SP MSi membuka pelatihan Potensi Sar ini, di aula gedung serba guna Pemkab OKU Selatan. Wabup OKUS mengapresiasi pelatihan potensi sar yang kali pertama diadakan di OKUS sangat tepat dengan topografi alamnya.

“Sebagian besar wilayah OKUS adalah dataran tinggi yang membentuk bukit dan gunung juha dialiri dua sungai besar. Yakni Sungai Selabung dan Sungai Saka, yang bermuara di Sungai Komering,” cetusnya.

Wabup OKUS sangat mendukung pelatihan potensi sar diberikan kepada perangkat pemdes ini. “Apalagi ada sekitar 20 sungai dan anak sungai lainnya tersebar di wilayah OKUS. Maka pelatihan Sar ini sangat penting, untuk mendukung keberhasilan, setiap ada operasi sar,” timbangnya.

Brigjen TNI Chanlan Adilane SIP MAP selaku Inspektur Basarnas yang mengkomandoi pelatihan potensi sar ini, bahwa sebagaimana amanah UU No 29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Basarnas memiliki kewajiban melaksanakan pembinaan Potensi Sar, bagi semua kalangan di penjuru tahan air.

“Kami sadari, terbatasnya SDM kami miliki, keterlibatan Potensi Sar sangat membantu dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan sangatlah penting. Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, upaya ini merupakan bagian dari membangun karakter bangsa dan sar preventif atau pencegahan,” timbangnya.

Chanlan menegaskan musibah tahun 2020 lalu, sebanyak 30 ribu orang jatuh menjadi korban. Sekitar 1000 orang tidak berhasil diselamatkan.

“Maka harus ada sinergitas dan soliditas, antara Basarnas dengan Potensi Sar, dalam hal ini perangkat pemerintah desa. Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan para peserta potensi sar serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan operasi sar,” harapnya.

Chanlan mengingatkan, kerja Tim Sar dalam melaksanaka  tugas tidak mengenal waktu, baik siang atau pun malam.

“Lokasi musibah ini baik di hutan, gunung bahkan lautan, harus ditempuh untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Maka tetap semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Sebab hanya Tuhan yang tahu yang kita lakukan ini, semata untuk kemanusian,” tukasnya kepada Simbur.

Kepala Basarnas Palembang Heri Marantika SH MSi mengatakan pelatihan potensi sar ini menjalankan disiplin prokes.

“Kita menjalankan prokes, maka dilakukam swab tes, alhamdulilah semua hasilnya negatif. Untuk biaya tes swab ini juga di tanggung Basarnas Palembang sebagai penyelenggara” ujarnya.

Heri eks Kakansar Pontianak ini menekankan pencegahan pandemi benar-benar diperhatikan sekali.

“Pembersihan dan seterilisasi peralatan dan sarana dilakukan. Pemeriksaan suhu tubuh, bahkan telah disiapkan ruang isolasi apabila ada terindikasi terinfeksi Covid-19. Ditambah 2 orang tim medis selalu standby ditempat,” terangnya kepada Simbur.

Heri menambahkan, peserta dari perangkat pemdes ini menerima pembekalan tentang penyelamatan korban di perairan atau water rescue.

“Pembekalan sar tentang pertolongan dan penyelamatan di perairan atau water rescue, mengerahkan 7 instruktur dengan 3 asisten selama 5 hari pelatihan dari tanggal 22-26 Maret 2021” cetusnya.

Pelatihan water rescue ini, tidak melulu teori sar namun praktek langsung di aula Varita Pusri dan di Danau Ranau.

“Seluruh peserta diwajibkan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar selama 72 jam. Setelah seluruh kriteria dapat dipenuhi, maka peserta akan mendapatkan sertifikasi resmi dari Basarnas. Selamat berlatih dan bekerja,” tukas Kakansar Basarnas Palembang. (nrd)